aku terkejut,
ketika tanpa tanda kau datang dengan setumpuk kartu.
dia antara lembar-lembar tanda tanya,
kau minta kugelar selimut agar malam cukup menjadikan dingin sebagai kamtib
kartu sudah di tangan,
kau dan aku bersuit menantang kosong; sunyi
JOKER!
terkekeh kau lukis debu di mataku; dan permainan berulang dengan sebelah
giliranku.
kau menjadi hening
tapi gelagatmu serupa dingin yang menusuk-nusuk membegal malam
kau tak sadar-
setumpuk kartumu membuka rupa
kafe senja, 251010
Sabtu, 30 Oktober 2010
Kamis, 14 Oktober 2010
TERAS SASTRA (TeSt) MENAMPUNG KARYA ANDA UNTUK DIDISKUSIKAN DAN DITERBITKAN DI BULETIN 'TERAS SULUH'
Salam Budaya!
Salam Suluh!
Sanggar Suluh akan merealisasikan agenda yang telah direncanakan dari awal berdirinya. Memosisikan diri untuk ikut andil dalam perkembangan sastra serta coba membangun jiwa kritis dan keterbukaan dalam pengkajian sastra. Ini dirasa penting untuk dapat mengawal sebagian kecil dari sekian banyak karya sastra yang bermunculan setiap menitnya.
“Teras Sastra” atau yang disingkat TeSt akan “Membuka Lahan” pada akhir bulan oktober 2010, tepatnya tanggal 31 yang selanjutnya akan dilakukan secara berkala dua minggu sekali. Obrolan santai tapi cerdas akan membahas salah satu karya terpilih yang didapat dari seluruh penjuru nusantara.
Keunikan dari TeSt terletak pada ‘ketidakpentingan’ kehadiran pengarang terhadap hasil karyanya. Dalam teori pengkajian sastra ini berlaku, setelah karya sastra diterbitkan (publish) maka pengarang sudah terpisah dari karyanya yang telah memiliki dunia sendiri, lalu diterjemahkan tanpa intimidasi sang pengarang. Hasil karya selanjutnya menjadi tanggungjawab para pengkaji, pembedah, penelaah atau yang mencoba membuka tabir hubungan antara karya dengan dirinya maupun orang lain. Untuk lebih formalnya, kritikus sastralah yang menjadi jembatan pemahaman ke pembaca yang lebih luas.
Bila memungkinkan pengarang untuk hadir dalam TeSt, tidak ada larangan untuk itu, namun tidak menjadi sebuah keharusan. Lalu bagaimana pengarang dan pembaca umum bisa tahu hasil diskusi?
Pertanyaan ini akan sekaligus dijawab dalam pembahasan teknis TeSt,
1. Penulis boleh berasal dari belahan manapun di Indonesia, tidak ada dikotomi pendidikan, kelas, jabatan, pangkat, profesi, latarbelakang, politik, agama dan semua jenis pemisah dan pemecahbelah,
2. Terlebih dahulu membolehkan karyanya untuk ditelaah dan dikaji sebelum dikirim ke panitia,
3. Tulisan boleh dalam bentuk apapun, baik puisi, cerpen, naskah drama, esai sastra, artikel sastra dan segala macam bentuk karya sastra lainnya,
4. Bagi yang belum menjalin pertemanan di FB dengan panitia penjaring karya online bisa meng-add Qur’anul Hidayat Idris dan Sanggar Suluh guna untuk men-tag info dan hasil diskusi serta mempermudah komunikasi lebih lanjut,
5. Tidak ada pembatasan jumlah tulisan yang dikirimkan
6. Tulisan dikirimkan ke: quranul@yahoo.co.id
7. Dibawah karya dicantumkan identitas singkat dan kontak yang bisa dihubungi,
8. Tenggat untuk pengiriman Teras Sastra (TeSt) ‘Buka Lahan’ tanggal 25 Oktober 2010, karya boleh dikirim setelah tanggal tersebut dengan catatan akan masuk dalam daftar pertimbangan karya TeSt kedua,
9. Panitia akan melakukan rapat kecil untuk menentukan karya mana yang akan diangkat dalam TeSt ‘Buka Lahan’ tanggal 31 Oktober 2010 di Semarang (nama tempat menyusul dalam info berikutnya)
10.Setelah terpilih, undangan, pamflet serta pemberitahuan ke yang bersangkutan akan dilaksanakan secepatnya.
11.Hasil diskusi akan diterbitkan di catatan FB, blog Sanggar Suluh juga Blog-blog milik panitia untuk bisa disimak dan dibahas kembali oleh teman-teman yang tidak bisa hadir dalam TeSt,
12.Karya terpilih akan diterbitkan di Buletin Teras Suluh dan akan dikirimkan ke alamat yang bersangkutan (tanpa imbalan materi)
13.Begitulah aliran karya dalam TeSt, selanjutnya akan diumumkan untuk TeSt berikutnya.
Teras Sastra belumlah menjadi even sastra besar, namun kita berharap anda menjadi bagian dari kami untuk eksis dalam memberikan andil dalam dunia sastra saat ini. Terima kasih kami ucapkan yang telah berpartisipasi, semoga Sanggar Suluh dapat terus belajar dan membagikan hasil pembelajaran tersebut buat kemanfaatan bersama.
Info berkenaan TeSt dapat juga dilihat di,
http://sanggarsuluh.blogspot.com/
dan
http://kampungkaryakita.blogspot.com/
(INFO INI TOLONG DIBAGIKAN KE REKAN, KERABAT, TEMAN UNTUK BISA DISIARKAN KE SELURUH NUSANTARA)
terimakasih...
salam budaya!
Salam Suluh!
Salam Suluh!
Sanggar Suluh akan merealisasikan agenda yang telah direncanakan dari awal berdirinya. Memosisikan diri untuk ikut andil dalam perkembangan sastra serta coba membangun jiwa kritis dan keterbukaan dalam pengkajian sastra. Ini dirasa penting untuk dapat mengawal sebagian kecil dari sekian banyak karya sastra yang bermunculan setiap menitnya.
“Teras Sastra” atau yang disingkat TeSt akan “Membuka Lahan” pada akhir bulan oktober 2010, tepatnya tanggal 31 yang selanjutnya akan dilakukan secara berkala dua minggu sekali. Obrolan santai tapi cerdas akan membahas salah satu karya terpilih yang didapat dari seluruh penjuru nusantara.
Keunikan dari TeSt terletak pada ‘ketidakpentingan’ kehadiran pengarang terhadap hasil karyanya. Dalam teori pengkajian sastra ini berlaku, setelah karya sastra diterbitkan (publish) maka pengarang sudah terpisah dari karyanya yang telah memiliki dunia sendiri, lalu diterjemahkan tanpa intimidasi sang pengarang. Hasil karya selanjutnya menjadi tanggungjawab para pengkaji, pembedah, penelaah atau yang mencoba membuka tabir hubungan antara karya dengan dirinya maupun orang lain. Untuk lebih formalnya, kritikus sastralah yang menjadi jembatan pemahaman ke pembaca yang lebih luas.
Bila memungkinkan pengarang untuk hadir dalam TeSt, tidak ada larangan untuk itu, namun tidak menjadi sebuah keharusan. Lalu bagaimana pengarang dan pembaca umum bisa tahu hasil diskusi?
Pertanyaan ini akan sekaligus dijawab dalam pembahasan teknis TeSt,
1. Penulis boleh berasal dari belahan manapun di Indonesia, tidak ada dikotomi pendidikan, kelas, jabatan, pangkat, profesi, latarbelakang, politik, agama dan semua jenis pemisah dan pemecahbelah,
2. Terlebih dahulu membolehkan karyanya untuk ditelaah dan dikaji sebelum dikirim ke panitia,
3. Tulisan boleh dalam bentuk apapun, baik puisi, cerpen, naskah drama, esai sastra, artikel sastra dan segala macam bentuk karya sastra lainnya,
4. Bagi yang belum menjalin pertemanan di FB dengan panitia penjaring karya online bisa meng-add Qur’anul Hidayat Idris dan Sanggar Suluh guna untuk men-tag info dan hasil diskusi serta mempermudah komunikasi lebih lanjut,
5. Tidak ada pembatasan jumlah tulisan yang dikirimkan
6. Tulisan dikirimkan ke: quranul@yahoo.co.id
7. Dibawah karya dicantumkan identitas singkat dan kontak yang bisa dihubungi,
8. Tenggat untuk pengiriman Teras Sastra (TeSt) ‘Buka Lahan’ tanggal 25 Oktober 2010, karya boleh dikirim setelah tanggal tersebut dengan catatan akan masuk dalam daftar pertimbangan karya TeSt kedua,
9. Panitia akan melakukan rapat kecil untuk menentukan karya mana yang akan diangkat dalam TeSt ‘Buka Lahan’ tanggal 31 Oktober 2010 di Semarang (nama tempat menyusul dalam info berikutnya)
10.Setelah terpilih, undangan, pamflet serta pemberitahuan ke yang bersangkutan akan dilaksanakan secepatnya.
11.Hasil diskusi akan diterbitkan di catatan FB, blog Sanggar Suluh juga Blog-blog milik panitia untuk bisa disimak dan dibahas kembali oleh teman-teman yang tidak bisa hadir dalam TeSt,
12.Karya terpilih akan diterbitkan di Buletin Teras Suluh dan akan dikirimkan ke alamat yang bersangkutan (tanpa imbalan materi)
13.Begitulah aliran karya dalam TeSt, selanjutnya akan diumumkan untuk TeSt berikutnya.
Teras Sastra belumlah menjadi even sastra besar, namun kita berharap anda menjadi bagian dari kami untuk eksis dalam memberikan andil dalam dunia sastra saat ini. Terima kasih kami ucapkan yang telah berpartisipasi, semoga Sanggar Suluh dapat terus belajar dan membagikan hasil pembelajaran tersebut buat kemanfaatan bersama.
Info berkenaan TeSt dapat juga dilihat di,
http://sanggarsuluh.blogspot.com/
dan
http://kampungkaryakita.blogspot.com/
(INFO INI TOLONG DIBAGIKAN KE REKAN, KERABAT, TEMAN UNTUK BISA DISIARKAN KE SELURUH NUSANTARA)
terimakasih...
salam budaya!
Salam Suluh!
Minggu, 26 September 2010
------------------------- baling-baling puisi
Baling-baling Puisi
September 18, 2010 at 1:17am
setiap orang punya caranya sendiri untuk menghibur dirinya, kalau saya, berpuisi, yaitu membaca (sekedar membaca; tanpa suara) dan menulis puisi .
tahu kenapa puisi bisa membantu saya menemukan titik titik ketenangan?
karena menurut saya, betapapun terkadang puisi nampak berlebihan dalam melemahlembutkan keadaan, (ada juga sih puisi yang diksinya malah lebih dari teriakan halilintar) pada hakikatnya, puisi lahir dari Hati, (dan tahukah kamu bahwa Allah kerap berbisik pada hati kita) walaupun terkadang ada pemilihan diksi yg kurang tepat, tetap saja itulah pilihan yang disetujui Hati u' kemudian dituliskan dalam larik.
oya .menilai puisi itu tidak bisa disamakan dg menilai narasi atau cerpen.
pada puisi ada baling-baling makna yang arahnya tak mungkin sanggup dihitung ketika ianya berhasil berputar dan menerbangkan imajinasi tiap pembaca .
pembuktian kecilnya,
pernahkah kamu membaca sebuah note, dan ketika sampai di bagian akhir kamu meng.klik LIKE, padahal tak sepenuhnya kamu memahami perdiksinya?
nah, itulah, sesuatu yg lahir dari hati insyaallah akan sampai pada hati juga.
jadi, tidaklah bijak jika memaknai puisi hanya dari satu sudut pandang, apalagi sampai menjudge, penulis ini itu atas tulisannya .
karena menurut saya, betapapun terkadang puisi nampak berlebihan dalam melemahlembutkan keadaan, (ada juga sih puisi yang diksinya malah lebih dari teriakan halilintar) pada hakikatnya, puisi lahir dari Hati, (dan tahukah kamu bahwa Allah kerap berbisik pada hati kita) walaupun terkadang ada pemilihan diksi yg kurang tepat, tetap saja itulah pilihan yang disetujui Hati u' kemudian dituliskan dalam larik.
oya .menilai puisi itu tidak bisa disamakan dg menilai narasi atau cerpen.pada puisi ada baling-baling makna yang arahnya tak mungkin sanggup dihitung ketika ianya berhasil berputar dan menerbangkan imajinasi tiap pembaca .
pembuktian kecilnya,
pernahkah kamu membaca sebuah note, dan ketika sampai di bagian akhir kamu meng.klik LIKE, padahal tak sepenuhnya kamu memahami perdiksinya?
nah, itulah, sesuatu yg lahir dari hati insyaallah akan sampai pada hati juga.
jadi, tidaklah bijak jika memaknai puisi hanya dari satu sudut pandang, apalagi sampai menjudge, penulis ini itu atas tulisannya .
AKU KAMU DIA MEREKA, bahkan baru sebagian kecil dari subjek atau objek yang tersentil atas pemaknaanya, kenapa? karena benda mati pun bisa masuk kedalamnya.
puisi hanyalah representatif penulis atas apa yang ia lihat dan rasakan atas diri dan sekelilingnya ^^
surat terakhir
September 18, 2010 at 11:21am
kau masih ingat kapan waktu seolah sejenak menarik napas?
saat matamu kau lipat serapat perekat
;tersumbat
aliran darahmu berdegup satu kali selama beberapa jam,
juga ketika malam samasekali menjadi pecundang untuk sekedar membangunkan pagi.
aku bersedih jika kau benarbenar sudah lupa,
sebab itu berarti aku gagal memperpanjang benang layang-layang di hatimu yang begitu lapang
dimana aku sempat tak pulang
; kau terlalu meruangkanku
ingatkah kau kapan terakhir aku datang untuk menjenguk gubuk kita yang tumbuh di belantara ketakpastian?
waktu itu aku tak sengaja meneteskan setitik api dari mataku yang jengah ke atap alang-alang
sungguh, aku duka jika kau lupa
--------
dengan seadanya luka, kuremas surat yang kemarin kau semat di kotak pos
; matamu
surat bersampul merah jambu sekaligus merah darah pada tintanya
-------
ini hanyalah satu dari surat terakhir yang akan rutin kukirimkan padamu
kusematkan satu rindu di bawah tanda tanganku
------
begitu akhir surat
terakhirmu yang pertama
saat matamu kau lipat serapat perekat
;tersumbat
aliran darahmu berdegup satu kali selama beberapa jam,
juga ketika malam samasekali menjadi pecundang untuk sekedar membangunkan pagi.
aku bersedih jika kau benarbenar sudah lupa,
sebab itu berarti aku gagal memperpanjang benang layang-layang di hatimu yang begitu lapang
dimana aku sempat tak pulang
; kau terlalu meruangkanku
ingatkah kau kapan terakhir aku datang untuk menjenguk gubuk kita yang tumbuh di belantara ketakpastian?
waktu itu aku tak sengaja meneteskan setitik api dari mataku yang jengah ke atap alang-alang
sungguh, aku duka jika kau lupa
--------
dengan seadanya luka, kuremas surat yang kemarin kau semat di kotak pos
; matamu
surat bersampul merah jambu sekaligus merah darah pada tintanya
-------
ini hanyalah satu dari surat terakhir yang akan rutin kukirimkan padamu
kusematkan satu rindu di bawah tanda tanganku
------
begitu akhir surat
terakhirmu yang pertama
Selasa, 14 September 2010
-------------------------------------matamu menikung menderasi hujan
matamu menikung menderasi hujan
jika petang ini kutemukan kau (lagi) dalam hujan berinai
biar kutangkup beberapanya yang jatuh mengair wadah
kering, kutemukan kemarin di parit tempat kau menyemai pedih
adakah hujan masih kau tadah
jika pada keadaannya
tak juga kau temu teduh di sisa mendungnya
deras.
kusibak kubangan di langkah sebelum kakimu
setelah kemudian kau menikung dari mataku
matamu yang sayu
menderasi hujan
hujan (yang) kehilangan nada
lamsel 12910
biar kutangkup beberapanya yang jatuh mengair wadah
kering, kutemukan kemarin di parit tempat kau menyemai pedih
adakah hujan masih kau tadah
jika pada keadaannya
tak juga kau temu teduh di sisa mendungnya
deras.
kusibak kubangan di langkah sebelum kakimu
setelah kemudian kau menikung dari mataku
matamu yang sayu
menderasi hujan
hujan (yang) kehilangan nada
lamsel 12910
------------------------------------------akhirnya realis juga reuni kita, alhamdulillah
Kenangan.
Apa sih yang bisa kalian lakuin sama kenangan?
Tergantung kali ya. Kalo kenangannya indah ya dinikmatin sambil terus diinget-inget dan bersyukur.
Tapi kalo kenanangannya bikin males. Yaahh, pasrah ajalah . hhee
Naah. Ngomong-ngomong soal kenangan, kemaren lebaran ke-2 tepatnya tanggal 13 September 2010, gue sama temen-temen kelas IIIA alumni SMPN 1 KATIBUNG Lampung Selatan ‘06 membuka album kenangan sekaligus nambahin isi albumnya, setelah 4 tahun gak ketemu. Jiaah.
Ceritanya, kemaren itu kita reuni kecil-kecilan. Ideutama dating dari Reo, trus kita koordinasi sejak sekitaran sebulan sebelum hari H. kalo ditanya apa kendalanya, ya lumayan banyak. Dari yang kalo di message fb gak bales. Di sms juga gak konfirmasi, menjelang hari H bahkan pas hari H tiba-tiba gak bisa dan blab la bla. Overall. Semuanya itu gak bererti apa-apa pas acara kita akhirnya kejadian. Judul acaranya “Reuni Kecil-kecilan Kelas IIIA”.
Rencananya sih kita bakal ngacaranya di pantai Selaki. Tapi karena pada ngaret, akhirnya ampe sekitar jam 11 semuanya baru pada kumpul. Lumayan banyak sih, dari 40-an isi kelas waktu itu, sekitar 15-nya bisa dateng. Secara gak terencana akhirnya rumah gue dipakek buat reunian.
Yang pertama dateng Muji sama Bihaqi. Trus gak lama dateng de Via dwi larashinta, Desi suprihatningsih, Koyo dan sepupunya. Trus yang laen pun berdatangan, Reo sama Prita, Aldi, Faisal, Eko, Bowo, Ario sama temennya, TRUS May minta di susul sama Eko, Pulung, ada juga temennya via (temen apa co-nya gak tau).
Jujur, gue gak tahu konsep apa yang lagi kejadian kemaren. Yang jelas pas uda pada ngumpul kita semua langsung aja nyambung. Kongek-kongekan. Nginget beberapa kejadian konyol pas di sekolah dulu, diantaranya
- Kejailan anak-anak co nyebarin aroma jengkol di sekitaran kelas IIIA dan IIIB,
- Kalo gak Faisal, Bowo,Aldi joget-joget di depan pintu, ampe akhirnya dipanggil ke Kantor guru karena dikira ngeledek guru
- Kisah berantemnya Koyo sama Reo yang sampe ngangkat-ngangkat kursi
- Tragedi masang klise kebalik yang bikin kita gak punya foto perpisahan SMP
- Keisengan anak-anak co yang ternyata suka merhatiin (baca: ngntip) anak-anak ce, sampe ternyata mereka tahu bahwa waktu itu salah satu guru sejarah pas kita kelas II lagi dapet
- Nginget guru Fisika pas kelas I yang kalo ngomong selalu, maaf, muncrat J
- Nginget betapa malesnya pas kita kelas I disuruh piket WC ampe dikejer-kejer bu Nurjayanti
- Nginget salah satu guru honor yang ndeso-nya gak ketulungan, udah gitu selama satu semester pas kita kelas II harus ngulang pelajaran semester I.
Ahh, banyaklah pokoknya. Di sela serunya acara ketawa-ketawa itu mereka juga tetep ngelawak. Pokoknya gak ada yang berubah sih. Mereka semua tetep konyol. Apalagi kemaren si Bihaqi (anak paling jail) sempet ngegeludak dari kursi gara-gara duduknya mepet-mepet siring teras. Ada juga bahasan yang katanya si Pulung uda Married tapi gak ngaku.
Siang itu gw gak ada persiapan sama sekali di rumah. Selain semua orang di rumah juga lagi pada keluar. Akhirnya gw ketempuhan nyiapin semuanya. Dari -si Faisal yang request minta kopi ampe makan siang. Dubrag. Gak papa sih, gw malah seneng soalnya kan belum tentu juga setaun sekali, tapi kan gw repot sendirian. Akhirnya dengan segenap kebiasaan di diri gw, gw beli 8 bungkus Torabika Moka, 7 bungkus Mie instan dan 5 bungkus kerupuk. Oiya, Desi, duit lo belum gw balikin tau \lol\
Sebelum maksi, pas gw dan beberapa Ibu-ibu PKK to-be lagi masak mi, anak-anak co ikut ke belakang, mau sholat dzuhur katanya. Ngeliat mereka pada sholat jadi inget pas kita dulu ikut pelajaran tambahan menjelang UN. Seru!!! Apalagi pas liat jahilnya mereka saling ganggu yang lagi sholat. Hahahah, dasar rakceto! Gak inget umur.
Well. Setelah puas ngobrol di rumah, akhirnya jam 2 kita jadi juga berangkat ke pantai J di sana kita foto sesiion. Ini dia jadinya…
![]() |
| foto sebelum nyemplung, yang ngetake Prita :) |
Makasi ya teman-teman J sukses buat kita semuah. Yang kuliah, yang uda married, yang gawe, do the best for what we have! Love youuuuuuu…
Senin, 06 September 2010
-------------------------------------------Sekedar bercerita
Kepada kau,
Se-rupa teduh yang sejak semusim lalu kusemai di ladang kering
: hati
—sepi
Ini kubawakan pagi untukmu,
Biar teduhmu kian pagi, tak menemu siang apalagi senja yang menanti malam
Kepada kau,
Bilakah kau pinjami kaki untukku berlari
Atau sekedar bersembunyi
Dari teduhmu yang kian menjelma bisu
Sunyi
Sepi
Lamsel. 6910
Sabtu, 04 September 2010
------------------------------------------ emangnya 'gue' salah apa sama 'aku'?
belakangan, katanya sih, 2010 adalah tahunnya anak-anak alay. . gatau kenapa sih, tapi yang jelas emang tahun ini penyakit satu itu makin merambah aja, bahkan sampe-sampe menjangkit ke orang satu ini walaupun tekana batin menyibling dia di fesbuk, tapi apalah daya gue sebagai seorang kakak yang menyayangi adiknya (lebaaaay).
===========================
sebenernya gue tuh pingin nulis ini..
cerita dulu yee.
sebenernya gue mulai pakek kata ganti 'Aku' itu pas gue masuk kuliah. sebagai anak SMA yang uptodate (jiaah bahasa lo, enggak ennggak, gue cuman jadi siswa SMA pada umumnya, yang minimal selalu tau lagu-lagu terbaru karena sering denger radio dan aktif di Rohis-- ???-- termasuk alay doong. LOL), gue gapernah ngebayangin kalo hidup di Semarang harus sekalem itu. karena kebanyakan tementemen gue asli jawa yang notabenenya bahasa jawa adalah bahasa sehari-hari, jadinya gue harus menerapkan pribahasa "Di mana bumi di pijak, di sana langit di junjung" gue harus bisa menghargai mereka dengan berbicara sopan. well, ngomong pakek lo-gue di lingkungan fakultas gue, emang terkesan waghu-- rancu. tapi bukan berarti gue memandang miring, tetep ada kok anak-anak gaool nya. hhe. Semarang kan kota besar, lebih besar dari Lampung. tapi kalo gue perhatiin, Lampung berada di posisi lebih atas dalam hal keeksistensian lo-gue [pendapat], mungkin pengaruh lebih deket jakarta kali ye. lhoooo ?)*<"
pernah si gue paksain pakek bahasanya orang jakarta yang udah di adopsi sebagai bahasa anak gaul ini sama beberapa temen baru yang menurut gue berkompeten. tapi ahh, tetep waghu. akhirnya gue nyerah dan harus membiasakan diri dengan aku-kamu.
intinya.
apa sih salah 'gue'
emangnya kalo ngomong pakek gue, kesannya sombong ya?
kalo menurut gue sih tergantung sikon.
begitu juga dengan aku-kamu, emangnya berlebihan ya kalo seseorang berbicara dengan akuan?
begitu juga dengan aku-kamu, emangnya berlebihan ya kalo seseorang berbicara dengan akuan?
gue kalo ketemu temen SMA bakal berlaku sebagaimana gue di SMA, tapi kalo gua lagi di lingkungan kampus-- di Semarang, yaa gue juga tau diri laah :) apalagi jurusan gue kan Sastra Indonesia yang akrab banget dengan bahasa baku dan EYD. so, openmind please :)
========================= pertama kalinya minta tanda tangan sama penulis
beberapa bulan lalu, sekitar akhir Juli gue sempet ngalamin satu hal yang sama sekali gak pernah gue rencananin sepanjang 18 tahun, atau setidaknya selama gue jadi mahasiswa. suatu pagi, beberapa jam sebelum gue bali ke Lampung, gue dengerin Prambors, pagi itu Raditya Dika jadi guest starnya. pagi itu Bang Dika cerita tentang buku terbarunya "Marmut Merah Jambu" dan rencananya jam 2 siang bakal ada talk show di Gramedia Pandanaran. pagi itu sih gue lagi males-malesan, ehh ga ada angin gaada ujan kok tiba-tiba otak gue menstimulasi,
"Lo kudu ke Pandanaran sekarang juga! kapan lagi ketemu Raditya Dika!"
acara ngaret sekitar 10 menit. o'on nya gue adalah, pas uda lima menit sebelum jadwal acara malah masih di kasir. alhasil gue gak dapet kursi buat duduk. lagian si petugasnya sengaja bener ngasih kursi mepetmepet, cuma sedikit pula. hedeww, brdirilah gue (selama hampir dua jam, tapi untung kita yang pada berdiri di suggest untuk lesehan)
ternyata Bang Dika gak cuma kocak di bukunya. pas acara talk show dia emang keliatan "gila" secara natural. ahh, gue kelamaan sih mending tulisan ini, jadinya kemistrinya uda ilang. langsung ajalah ke akhir acaranya ya. acaranya berjalan sekitar 2 jam. jadi perkiraan acara bakal baru kelar sekitar jam 4, sedangkan jam 5 gue kudu udah di pool bis untuk pulang. parahnya, perjalanan Pandanaran-Tembalang sekitar 50 menit, itu pun kalo masih di atas jam 4!
huh. syukurlah sekitar jam setengah 4 acara kelar. acara inti yang gue niatin akhirnya dateng juga. sesi tanda tangan. Oia. asiknya Bang Dika adalah, dia bilang bakal nungguin semuanya ampe dapet tanda tangan, jadi sebenernya gak perlu berebut dulu-duluan. (Bang Dika baik ya )
=======================
gue punya beberapa tips buat lo kalo misalnya belum pernah sama sekali dateng ke acara bedah buku dan kepingin atau tiba-tiba suatu saat ada di acara itu.
satu stay on the spot maksimal 10 menit sebelum acara dimulai. lebih dari itu gue saranin mending lo mutermuter dulu. soalnya lo cuman bakal kelitaan kaya orang o'on melongo gaje.
dua kalo lo punya bukunya, jangan lupa bukunya lo bawa yee, yaah daripada dianggurin halaman utamanya. kan lumayan ada hiasan tanda tangan penulisnya langsung. mksalnya belum punya, ada dua option, pertama lo beli di toko buku itu, atau lo nunggu keberuntungan, biasanya di awal acara bakal ada sesi bagi-bagi buku n souvenir gratis. tapi beware, kalo Bang Dika biasanya ngasih buku dia kaya ngelempar sendal :D
tiga misalnya tiba-tiba lo inget bahwa lo gak bawa pena ato spidol, gakperlu panik. biasanya yang punya gawe uda siap spidol marker
empat jangan lupa untuk bawa camera atau minimal hpe. sayangkan, momen berharganya kalo gak di sav.
Ini beberapa tingkah nya Bang Dika selama acara
"Lo kudu ke Pandanaran sekarang juga! kapan lagi ketemu Raditya Dika!"
iih, males lah. mana gue belom mandi. packing juga belon kelar. tapi akhirnya gue berangkat juga. jam sembilan gue uda kelar packing dan uda mandi, rapi, wangi, siap berangkat. karena agak lama nunggu bis, gue nyampe Semarang bawah sekitar dzuhur, jadilah gue sholat dulu di masjid sebelah gramed. jam satu gue meluncur ke lokasi. pas naek ke lantai dua, belom ada tanda-tanda pengunjung talk show, semuanya masih keliatan biasa aja, walaupun banner uda di pasang lengkap ama meja kursi n koleksi Bang Dika lengkap.
masih sejam lagi, pikir gue. akhirnya gue muter-muter dulu. sekitar empat puluh menitan lah. ehh, gak lama tuh lantai dua mulai riweh, ternyata pengunjung baru dateng sekitar jam segini, gue yang emang belum punya satu pun bukunya Bang Dika lagsung ke kasir sambil bawa satu buku.
"Oiya, belum beli spidol. gak lucu lah kalo misalnya gue udah di depan Bang Dika malah bengong keg orang oon"
"Lo mo ngapain?" (bayangan gue)
"Minta tanda tangan Bang"
"Lha pake apa. pake jempol gue?"
==============acara ngaret sekitar 10 menit. o'on nya gue adalah, pas uda lima menit sebelum jadwal acara malah masih di kasir. alhasil gue gak dapet kursi buat duduk. lagian si petugasnya sengaja bener ngasih kursi mepetmepet, cuma sedikit pula. hedeww, brdirilah gue (selama hampir dua jam, tapi untung kita yang pada berdiri di suggest untuk lesehan)
ternyata Bang Dika gak cuma kocak di bukunya. pas acara talk show dia emang keliatan "gila" secara natural. ahh, gue kelamaan sih mending tulisan ini, jadinya kemistrinya uda ilang. langsung ajalah ke akhir acaranya ya. acaranya berjalan sekitar 2 jam. jadi perkiraan acara bakal baru kelar sekitar jam 4, sedangkan jam 5 gue kudu udah di pool bis untuk pulang. parahnya, perjalanan Pandanaran-Tembalang sekitar 50 menit, itu pun kalo masih di atas jam 4!
![]() |
| udah gak jelas bentuk muka gue (Bang Dika juga) yang jelas gue pingin buru" balik. perhatiin dong, ampe bukunya aja kebalik :D |
=======================
gue punya beberapa tips buat lo kalo misalnya belum pernah sama sekali dateng ke acara bedah buku dan kepingin atau tiba-tiba suatu saat ada di acara itu.
satu stay on the spot maksimal 10 menit sebelum acara dimulai. lebih dari itu gue saranin mending lo mutermuter dulu. soalnya lo cuman bakal kelitaan kaya orang o'on melongo gaje.
Ini beberapa tingkah nya Bang Dika selama acara
![]() | ||||
| di awal-awal, Bang Dika sempeet riweh gara-gara masalh soundsystem n geraaah |
![]() | |
| tingkahnya Bang Dika pas meragain gaya-gaya anak alay di fesbuk, termasuk ngeledek masmas yang kerja di Gramed :D |
![]() |
| kalo gak salah ini lagi ngeledek salah satu penyanya yang ngebet dapet buku n souvenir |
Kamis, 02 September 2010
=----------------------------------Menghitung waktu, Mencatat yang kuingat
Kepada teman lamaku, Reo Panggi
Selalu di setiap keterjagaanku
Kutulis beberapa kata yang sempat kuingat
: dari mimpi
Lalu kubuka jendela tempat Kau menyemai cahaya
Tepat di bagian akhir penghambaan selalu kugelar gamang di depan pintuMu
Tentang beberapa yang berhasil kucatat disaksikan jendela
Sampai kemudian Kau memintaku berjalan
Menemu satu-dua kesusahan
Merengkuh tiga-empat kepedihan
Dan semua lumat dalam senampan penungguan
Kau menuntunku pulang,
Diantar sesinar senja berawan
Selepas malam kuulangi sehari tadi dengan seperempat malam
Menemu satu-dua kesusahan
Merengkuh tiga-empat kepedihan
Dan semua lumat dalam senampan penungguan
Kau menuntunku pulang,
Diantar sesinar senja berawan
Selepas malam kuulangi sehari tadi dengan seperempat malam
Begitulah.
Sebelum aku menjadi diriku ini
Menempa ketangguhan dengan lima-enam keyakinan.
Bahwa hidup serupa pisau bertuan
Lampung selatan, 20 agustus 2010
Langganan:
Postingan (Atom)


















