Laman

Rabu, 01 September 2010

========================wajah ibu di jendela


Pernah kupasang tirai di sana
Agar mentari tak bisa mengintip meja makan di pagi
“Risih!” ujarku pada suami
Suatu waktu, sebelum pagi
Putri kecilku terjaga dalam mimpi
: adzan subuh mengunci mata (ku)

Dalam pejam menyibak tirai
Tiba-tiba tergambar di jendela
Setumpuk jauh
Wajah
Suara
Dan cinta yang terluka
Dulu.
Di jemariku pisau menuang darah
--Maaf, Ibu.
Langkahku terlanjur bertunas jarak
Tapi aku tak bisa lari

Lampung selatan, 22 agustus 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar