Laman

Minggu, 29 Agustus 2010

===========================Adfa belajar speaking

Sebagai seorang anggota keluarga yang kehadirannya gak disangka-sangka kecuali oleh kami keluarganya sendiri, Adfa terbilang anak yang perkembangannya lebih cepat dari biasa. Menurut ibuku, di antarakami bertiga, gaada yang bisa mberangkang di usia lima bulan kecuali Adfa. Well, monster kecil satu ini emang beda.

Waktu itu adikku yang punya nama lengkap Afarizkia al hanif ini lahir bulan februari tanggal 5 tahun 2010. Sempet terjadi insiden antara aku dan mas Agus perihal nama, tapi toh endingnya nama buatanku yang terpilih (konsekuensinya didemin ama mamas seharian, hhe).

Jadi ceritanya, kemarenan si Adfa terserang batuk nya orang gede (berdahak gitu, sampe kalo abis makan langsung muntah gara-gara gabisa buang dahak). Naah, uda ke beberapa klinik, sampe akhirnya hari jum’at kemaren dibawa ke dr. aditya (pokoknya adekku satu ini dapet plusplus dari semuanya dah).
Malemnya, si adfa bangun minta susu. Aku sih emang beebrapa malam suka insomnia. Aku tahu dia bangun. Biasanya sih abis dikasih susu sapi dia langsung tidur lagi. Eeh, malem itu ternyata enggak. Malah sibuk nggeremeng
: “abpabpabpabapaaa bpabpa… keg gitu terus hampir satu jam. Pas aku datengin ke kamar, ehh matanya terang benderang, gak keliatan tanda-tanda ngantuk. Tapi untunglah satu jam kemudian dia tidur.

Sampe akhirnya sepanjang hari esok setelah malam itu, adfa terus aja ngoceh keg gitu. Akhirnya kami semua sadar bahwa Adfa mulai belajar speaking, di usianya yang jalan 7 bulan. awalnya kupikir diabakal ngucapin "bapak" tapi ternyata enggak, kata pertama yang bakal dia ucapin nanti adalah namanya sendiri: Adfa. Oiya, tadi siang dia juga mulai belajar terjun bebas dari sepeda roda lhoo. Sama satu lagi, menunjukkan bakatnya, mungkin dia pingin jadi otomotifer, gawenya ngedeketin rante vixion mamas yang emang cumin dipake kalo saat-sat tertentu, trus adfa juga suka pegang-pegang roda sepeda rodanya.

Hadeew. Si monster kecil ini juga suka ngegigitin tangan dan kaki. Sama satu lagi. Mulai belajar manjat. Huh. Bukan manjat pohon, tapi manjatin siapapun yang lagi tidur di samping dia. rrrr

berikut ini bberapa daftar keuntungan Adfa lahir di tahun 2010, jarak paling jauh diantara kami bertiga yang cuman 3 tahun. dia sama kakak ketiganya, Aan (di gambar sebelahnyang lagi gedong adfa) jarak usianya 15 tahun.
1. di usia 4 bulan udah jalan-jalan via kijang
2. bisa punya sepeda roda
3. dapet kasih sayang yang berlebihan dari lima orang sekaligus
4. dapet mainan dari aku
5. dapet jaket dari tantenya
6. berobat ke klinik , malah dokter

kami bertiga gak mengalamoi itu di usia sebelia sevenmonth. hhe. tapi itu semua karena kami sayang kamuuuu

Sabtu, 28 Agustus 2010

=================== ketika bhs inggris dipertaruhkan, google translete dimanfaatkan :)

ini obrolan antara aku dan temanku, namanya Ammar, dia orang kurdish 
selain Ammar ada satu lagi namnya Hagi.
walaupun bhs inggris ku paspasan, tapi aku selalu berusaha untuk ngobrol, secara gak langsung kan, belajar bhs inggris juga. kan kalo mentok tinggal buka google translete. hhe. menyenangkan lah pokoknya punya temen dari luar, menambah wawasan
ini sekitar jam 12 malem keatas, kebetulan aku belum bisa tidur. dan perbedaan waktu Indonesia Kurdish cukup panjang, sekitar 5 jam, jadi waktu itu di Kurdishtan kira-kira jam setengah 8,
jadi, di fesbuk si Ammar sama Hagi ini sering komenan pakek bahasa kurdish, alhasil aku penasaran dan pingin tau gimana sih bahasa kurdish.


assalamualaikum ammar
wa3alaykom alsalam....
i wanna ask u
ok..what..??
how to say eat before shaum in kurdish language?
shaum..???
ok, how to say what we doing in ramadhan?
u mean "what are u doing in ramadan"..???
no no,wait a moment,
ok..
i'll bring google translete:)
there is no kurdish language in it.. i mean u cant find kurdish language in it...
yeaa, i knew.at first i wanna find that word in english then i ask u:)
ahaaa good idea.. ;)
:D
soo..do u found it...??
fasting
ahaa
do u get it?
"roji"it means "roji"
oke yi'll repeat my question, how to say, eat before roji, in kurdish?

"bxo beri b roji bbi" 
no ammar, 
?? 
oh ya allah,  
:)
what..???

it's difficult actually

ok i'm sory.
hhhhh.yeaa


i'll try again

no no..its ok
:):) ammar, 
? 
before u get roji in the morning, u'll get eating isn't it? 
yeaa.thats right..

yeaa, i mean is, how to say that, eat before roji?
it called"pashev"
"pashev"
:):)
alhamdulillah
hahahaha

finally
sorry..i didnt understand u at first.. :(:(
never mind :):)
i think u had known about it from talking between hagi and me :D:D
(maksudku tuh, waktu itu aku, ammar dan hagi pernah masuk ke statusnya Hagi, trus aku sama hagi ngalamin miscom gitu garagara bhs inggrisku yg brrantakan, eh ternyata si ammar gak nyimak komenan selanjutnya, agaknya sih ammar salah sangka, dipikirnya adasesuatu antara aku sama hagi, jiaahh)
no no..
i didnt have any known..about it..
hmm. jz forget it
today i saw him..
oya? 
at mosque today was gumma..friday..:):) 
ooo.
gumma is friday in kurdish?
its in arabic..
:):) 
ooo. 
salat algumoua 
hmm. in indonesia it's called shalat jum'at
what's meaning prayer at friday
ahaaa
yeaa
hei, whether you're a friend?
you n hagi
yeaaa...we are friends..
he study in medical..
oo
oya, whether all the Kurdish people just like you, put a last name? --kurdi--
no..no..
hagi kurdish too :D:D but he didnt put it..
hmm, it's just a style haa?
its just a desire.. :):)
oo
u dont say what do u study...???
study about?
i mean which college do u study in..????
oo, i study about indonesian literature
ahaa
i like poes
so much :):) 
ahaa
1:16amAmmar is offline.
gak lama dia online lagi

Rabu, 25 Agustus 2010

================== twitter ala Indonesia



Ngomongin masalah situs jejaring sosial atau yang sering juga disebut social networking emang gak ada abisnya. Hampir setiap beberapa jangka waktu adaa aja yang baru. Mungkin sebagian besar orang-orang udah mengenal fesbuk, yang dulunya posisi ini didudukin sama  friendster (fs).
Menyusul keeksisan fesbuk, boominglah yang namanya twitter. Sebenernya bukan mana duluan yang dibuat, tapi mana duluan yang masuk dan mudah diakses sama penggunanyalah yang bikin suatu situs cepat berkembang di suatu komunitas.
Mungkin banyak yang gak menyangkalkan bahwa dibandingkan twitter, fesbuk memang lebih tren. Ini disebabkan kemudahan yang ditawarkan fesbuk serta banyaknya aplikasi-aplikasi tambahan yang dinilai bisa meningkatkan eksistensi seseorang, komunitas, pekerjaan, atau hanya sekedar games.
Belum lagi pudar eksistensi fesbuk, belakangan muncul satu produk baru dari Yahoo! Setelah sempat melucurkan berbagai produk seperti Y! messenger dan Y! Mail toh nyatanya keduanya dikalahkan sama fesbuk, akhirnya sebagian orang yang udah bosan sama fesbuk, akan cari suasana baru ke Y! Koprol.
Y! Koprol emang bener-bener unik. Penggunaaannya mudah. Pokoknya yang udah biasa sama fesbuk dan twitter bakal enjoy sama Y! koprol. Kenapa aku bilangnya Y! koprol adalah twitter ala Indonesia, soalnya beberapa fitur mirip sama di twitter. Di sana ada:
Follow dan mention. Tapi sebagai orang yang biasa-biasa aja, aku berani bilang bahwa ngoprol lebih fun daripada ngetwit, why? It’s some reasons:
Y! Koprol
Ø  Lebih banyak pilihan tempat, kita bisa pindah dari suatu komunitas ke komunitas lain, namanya check-in.
Ø  Kita gak perlu berteman sama seseorang untuk bisa komen, yang penting satu komunitas (misalnya sama-sama di Semarang atau Jakarta atau Jogja dsb) asalkan di pengaturannya kamu buat publik
Ø  Kesenjangan sosial gak terlalu kelihatan
Ø  Kalo dibanding sama twitter (yang katanya situs punya artis, secara ada follow”an trus kalo udah di follow gak mau folbek udah gitu di dashbor nya diliatin banget following dan follower nya, hadeeh) Y! koprol lebih bersahabat.
Ø  That’s why. Aku jarang ngetwit
Ø  Dan bahagia biasa kenal Y! Koprol. Disini aku bisa melarikan diri dari rutinitas fesbuk yang ituitu aja dan akhirnya kenal sama orang-orang gokil. (jujur, aku gak mau ketemu sama temen-temen fesbuk di koprol. Hhe piiis :)


Senin, 23 Agustus 2010

=============== aku , tresno , kamu

pada 13 Januari 2010 jam 12:01


Rien, mahasiswi asal aceh yang baru dua bulan kuliah di jawa tengah . Dia sama sekali ga ngeh bhs jawa . Di kampusnya , Rien dpt first friend , Bibit namanya , bibit ini jogja asli . Secara ga langsung, Rien belajar bhs jawa gratis dari Bibit .

Sejauh ini , pertemanan mereka baik" aja , tapi ternyata , diam diam Bibit menyukai Rien .




Rien : "bit, aq pingin bgt maen ke lawang sewu , kesana yuk"


Bibit : "oh, ya wes, ngisok nek setu wae, piye?sabtu aja"

Rien : "beneran Bit ? asik asik "

Dan keadaan merayap bisu , Rien meluruskan pandangan kedepan. Seseorang yg sejak awal kuliah tlah membuatnya luluh , melintas disana . Tresno namanya , mahasiswa asal semarang . Tak ayal Rien pun senyum" sendiri . Ia tak tahu , sejak tadi ada yg sibuk menyusun 3 kata untuknya agar menjadi kalimat yang tepat berhenti dihatinya .

Bibit :" Rien , ono sing arep tak omong , aku mau bilang sesuatu . . "
Rien pun menghentikan laju hatinya yang tengah meleleh karena Tresno jalan ke arah mereka berdua duduk .

Rien :" ngomong apa bit ? oya , gimana qlo kita ajak satu orang lagi buat ke lawang sewu ?"

bibit terlihat gugup, Ia hanya fokus dg perasaanya .


bibit :" Aku ..tresno.. Kamu"

Rien terperanjat.

" Tresno , Bit ? beneran ? iya iya Aku mau kalo gt "
Rien sumringah , Bibit terpesona .

selesai--------

Minggu, 22 Agustus 2010

========= ==== ===Salah kaprah dalam penggunaan kata

http://www.google.com/ huruf


Sebagian orang beranggapana bahwa mempelajari bahasa Indonesia tidak berbeda jauh dengan menggoreng tempe, padahal bagi mereka yang memang menggeluti bidang bahasa, sebaliknya. Bahasa Indonesia menjadi rumit sebab ilmu ini selalu mengalami perkembangan. Mulai dari pengertian suatu istilah, masalah imbuhan, peluluhan dan banyak lagi sampai bertambahnya kosakata baru.


Ironisnya, meskipun hampir tiap tahun ada perubahan pada KBBI (Kamus besar bahasa Indonesia), masih banyak sekali yang belum mengerti atau sekedar tahu makna dari suatu kata umum, padahal kata-kata itu sangat sering digunakan, ini sering dinamakan dengan salah kaprah.

Beberapa kata yang sering disalahgunakan adalah:
Acuh
Berdasarkan KBBI, kata acuh berarti peduli; mengindahkan
—tak – tidak menaruh perhatian; tidak mau tahu
Mengacuhkan memedulikan, men gindahkan
Acuhan hal yang diindahkan

Gamang merasa takut ( ngeri serta khawatir) ketika melihat sesuatu dsb
–air— tidak basah bila terkena air
Tergamang merasa kesunyian (lengang)


Bergeming ge•ming Jk, ber•ge•ming v tidak bergerak sedikit juga; diam saja;
ter•ge•ming v terdiam ( sumber : http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

Jumat, 20 Agustus 2010

============ 1st BUBARAN in my life

Di puasa hari ke 9 kemaren, ga ada angin ga ada ujan tiba-tiba om ku ngajakin bubaran di rumah mbah putri. Kalo ditanya, ya jawabannya seneng BANGET lah, secara ini pertama kalinya selama aku masuk dalam daftar anggota keluarga besar Marto Pawiro (alm ) 18 tahun belakangan ^^.

Jadi, kabar itu nyampe sekitar jam dua-an siang. You know what? Bapak nya aku adalah orang yang paling semangat dengan yang namanya aktivitas menyiapkan buka puasa. Jadilah, siang menjelang sore itu langsung ngajak mama ke pasar.
Sekitar jam lima-an aku baru nyampe di rumah mbah (hha, padahal naek motor ga nyampe lima menit ). Aku milih sendiri kerjaan untuk bikin tajil, bapak bikin sambel terasi, mama, dan tante semuanya bikin makanan berat, sedangkan om entah pada kemana, hha* dasar om-om . Oiya, bapak jago banget kalo bikinsambel terasi, yah emang dasarnya suka masak sih. Jadi menu besar nya adalah ayam dan ikan bakar, ga lupa lalapannya daun singkong, terong apel dan timun.
Akhirnya bedug.

Ada tiga tahap di bubaran kita ini,
Pertama menyantap sup buah ala desta
Trus rujak tahu
Dan yang terakhir abis sholat maghrib barulah makan besar
Hosh. Hosh. Mantap dah, pedassssnya 

Oia, pas orang-orang lagi pada berbuka puasa, aku menemukan satu kejadian.
Si I’in, sepupuku yang umurnya 8 tahun, dia malah nyangkut di bangku depan, di bawah pohon sirsak. Hhi. Aku teriak pelan
Aku: “In, kamu ngapain di situ, kok ga ikut buka?” kataku sambil ngangkutin beberapa mangkuk sup buah

I’in: “Gak lah, gak puasa”
Aku: ??? (anak seusia dia udah bisa memposisikan dirinya keg gitu? Ckck)
Trus aku masuk ke ruang tengah, ditengah riwehnya orang-orang yang lagi pada buka, aku bilang ke om Basir (Ayahnya I’in)
Aku : “Om, tuh si I’in masih nongkrong diluar, katanya gak mau buka puasa gara-gara gak puasa”
Eh, malah pada ketawa.

Ternyata ada udang di balik rujak tahu. Yujuan dari bubaran itu adalah untuk membahas suatu hal. Nah, pas udah jam setengah sembilanan, diskusi selesai. Satu-satu pun berpamitan pulang. Yang pertama adalah keluarganya om Nunung, om ku satu ini punya dua anak, Bagus (13th) dan Indah (6th). Sebelum pulang, ada kebiasaan yang gak pernah ilang sampe sekarang di keluarga besar kami, yaitu cium tangan. Yah, bayangin aja dah sendiri, di acara ini dari 9 orang anaknya mbah, Cuma 2 yang absen, dan dari yang dating itu membawa paling sedikit dua orang anak, hha.
Akhirnya om Prapto nyeletuk ke anaknya yang berusia setahunan, katanya:
“Makanya kita pulang terakhiran aja, biar sepi”
HAHAHA*

Oiya, Mama adalah anak kedua di keluarga besar kami. Sedangkan anak pertama tinggal di Lampung Barat, jadi selama ini yang jadi anak tertua di lingkungan saudaraku adalah Mama. Itulah kenapa selama anaknya Pakde gak maen ke rumah, gak aka nada yang manggil orangtuaku Om-Tante, selalu Pakde-Bude, begitu pun kami, selalu dipanggil Mas-Mbak. Mungkin kalo ini sih wajar ya, tapi segalanya berubah jadi gak wajar pas adikku, si Adfa lahir. Walau pun dia adalah anggota termuda (7bulan) di keluarga besar kami, tapi selama Pakde dan keluarganya gak ada, Adfa akan selalu menyandang gelar “Mas” di belakang namanya.
Hhi* kasian ama sepupuku yang bahkan uda kelas 3 SMA kudu manggil adekku, Mas Adfa
Wakawaka :D

Selasa, 17 Agustus 2010

========== kita merdeka hari ini (saja)


"hari ini negara kita Indonesia sedang mengenang kemerdekaan"ujar seorang siswa SD yang baru pulang upacara bendera, temannya yang diajak berujar malah menjawab.
"loo, kata kakak ku tadi pagi kita hari ini merayakan kemerdekaan"
"kok bisa gitu?" si anak pertama sedikit protes.


sejenak keduanya menyusuri ruangan kepala, siapa tahu ada yang muncul dan menjawab ketakpahaman mereka selesai upacara pengibaran bendera tadi. tak lama kemudian seorang kakek melintas.
mereka kenal kakek itu. kalau gak salah yang tinggal satu RT, yang biasanya kalau pagi-pagi selalu berdiri di depan makam pahlawan seberang jalan. mereka berdua pun kerap bingung dengan kebiasaan kakek ini. ibu mereka memberi jawaban yang sama ketika ditanya,
"Kakek itu seorang veteran, mungkin dia kangen sama temen-temennya dulu sesama pahlawan, eh pejuang"
tak pelak pertanyaan lain justru bermunculan di kepala mereka, di tempat berlainan.
bedanya pahlawan dengan pejuang apa bu?
trus veteran itu apa?
...
...
...
suatu ketika anak bertanya,
"Bu, kok kakek veteran itu hidupnya gak lebih baik dari kita ya? bukannya di udah berjuang buat negara kita?"dan sang Ibu memberi jawaban mengambang, lantas anak itu menceritakan pada temannya.

"Yang jelas anak-anak. Hari ini kita merdeka, tapi kita tak pernah tahu esok"sang kakek veteran ngeloyor pergi.
dua siswa SD tadi saling berpandangan. bertambah lagi ketakpahaman mereka.

"Jadi, merdeka itu cuma sehari kek?"pertanyaan mereka mengambang di belakang telinga kakek tadi.
"Memangnya selain tanggal 17 agustus, tanggal berapa lagi hari kemerdekaan kita adik-adik" seorang siswa SMA yang baru bertugas menjadi Paskibraka melintas, berusaha menjawab pertanyaan, malah menambah pertanyaan.
"Lho, memangnya ada lagi kak?"
dan lagi-lagi pertanyaan itu mengambang.
sementara jauh di depan istana merdeka sana, dua orang reporter tengah bertugas untuk stasiun TV tempatnya bekerja. yang pria berkacamata sedangkan yang wanita memakai kebaya.

"ya pemirsa. sejenak tadi baru saja kita sama-sama menyaksikan upacara pengibaran bendera di depan istana negara. dapat kami laporkan bahwa seluruh peserta upacara hanyut dalam suasana hikmat, bukan begitu?"
"Ya. karena memang 17 agustus adalah tradisi yang selalu kita jalankan setahun sekali, jadi wajarlah jika kita semua larut dalam suasana ini"

di tempat berlainan, para mahasiswa sibuk menyampaikan aspirasinya.
berdemonstrasi, yang katanya ciri khas negara demokrasi
menulis, entah itu puisi atau artikel tentang kemerdekaan yang umumnya adalah tentang keresahannnya.
dan banyak hal dilakukan oleh warga negara menyikapi tanggal 17 agustus yang dipercaya atau pun tidak, tiap tahun makin luntur maknanya (off the record)

lampung selatan, 17 agustus2010

Senin, 16 Agustus 2010

gara-gara oncom (baca: nugget)

beberapa hari kemarin aku sempet mengalami yang namanya di*re. hadoh-hadoh, rasanya laut pindah ke perut lengkap sama ombak-ombaknya, mu*es.
coba nginget-inget, kira-kira kenapa yaa.
sehari sebelumnya sih cuman maen ke bk sama tante, trus makan baso.
: dugaan sementara kebanyakan makan sambel.
trus coba diinget-inget lagi,
sehari sebelum, sebelumnya tadi, aku makan nugget,
so?
hhe.
dugaan sementara yang selanjutnya jadi keputusan, bahwa
: nugget yang kulahap baru mateng sebagian gara-gara minyaknya kepanasan
:D
***
malemnya, pas lagi sibuk mengaduh sambil nobar di rumah, mama nanya kenapa ampe keg gitu,
kubilang lah yang tadi itu.
trus adekku, si Aan nyaut,
sambil mesam-mesem,
:Mbak, tau gak. kemaren lek tati pas minta es batu makan nugget mentah tauk!"
HA!
"kok bisa?"
"Iya, kan dia nanya, ini apa mas, gak tau kubilang, orang aku baru nyampe rumah. trus kata apri (anaknya lek tati yang umurya empat tahun) setengah tereak, ONCOM!"
hhhaaaa*
perutku mules buanget.
9 Agustus 2010
apri

aan n adfa


nugget

oncom

Selasa, 29 Juni 2010

Menguak Ilusi di Balik Halo-- Sebuah Analisis untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester

http://gagasmedia.net/Info/Cerita-Halo-dalam-Sebuah-Novel.html
Identitas buku

Judul Buku       : Halo, Aku Dalam Novel
Penulis             : Nuril Basri
Tebal Buku      : 301 Halaman
Penerbit           : Gagasmedia
Tahun Terbit    : 2009







Pendahuluan

Berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain merupakan hak yang sekaligus menjadi kebutuhan setiap individu bernama manusia. Meskipun pada kenyataannya ada saja mereka yang beranggapan bahwa ia bisa hidup ‘sendiri’ tanpa orang lain. Biasanya tindakan ini akan diwujudkan dengan menganggap orang lain tidak penting, menganggap kita tidak perlu berurusan apalagi sampai memperdulikan orang lain. Inilah yang terjadi pada Pram dan Halo. Dalam novel ini, Halo, Aku dalam Novel yang disingkat dengan HADN, penulis memaparkan kisah tentang seorang pemuda bernama Pram yang kuliah di Amerika, sesungguhnya Pram ini memiliki keanehan yaitu sering berhalusinasi melihat orang lain yang sebenarnya tidak ada, keanehannya tersebut ia tuangkan dalam novel yang ia tuliskan, melalui tokoh utamanya, Halo.


   Selama kuliah Pram sangat jarang berkomunikasi bahkan dengan teman sekamarnya pun, yang juga berasal dari Indonesia. Namun, pada akhirnya, berkat Halo, tokoh yang ia ciptakan sendiri, Pram akhirnya menyadari betapa menjadi bagian dari orang lain adalah suatu kebutuhan yang tidak mungkin diabaikan hanya karena keegoisan.


Sinopsis

   Novel ini menceritakan tentang seorang tokoh bernama Pram, ia sangat ingin menjadi penulis. Namun, karena masalah idealisme orang tuanya, ia dipaksa kuliah di luar negeri dan mengambil jurusan yang tidak dikehendaki. Akibatnya ia tak serius kuliah, sebagian besar waktunya selalu digunakan untuk menulis dan menulis.

   Pram sangat ingin membuat tulisan yang menceritakan tentang penderitaan seseorang. Beberapa hari sejak ia di luar negeri Pram mulai menulis, Halo, adalah tokoh utamanya, nama itu sengaja dibuat agar terkesan aneh dan memang keseluruhan kisah yang ia tuliskan sangat aneh. Halo adalah seorang gadis yang dilahirkan dengan bibir sumbing dan mata yang juling, ia sering merasa kesepian karena orang-orang selalu “segan” mengajaknya bicara, bahkan orang tuanya – ibunya pun, lebih peduli pada adik laki-lakinya yang tampan. Akhirnya Halo meninggalkan rumah dan tentu saja tak ada yang mencarinya. Di luar sana Halo bertemu dengan sekelompok preman yang ternyata sangat baik sampai-sampai memperbolehkannya tinggal di rumah susun mereka.

   Pram yang memang ingin membuat suatu kisah ‘penderitaan’, mulai kesal dengan tokoh-tokohnya yang bersikap baik, Rio dan Al. ia berencana untuk membunuh tokoh itu. Hal aneh terjadi, entah bagaimana caranya tiba-tiba Al muncul dan melarangnya membunuh Rio, bahkan suatu ketika Pram bisa berinteraksi langung dengan tokoh-tokoh dalam novelnya. Pram mulai ketakutan, ia bertekad harus segera menyelesaikannya. Di saat seperti itu lah, ia tersadar tentang keanehan dalam dirinya. Pram selalu berbicara dengan orang yang sangat ia sukai – padahal mereka tidak ada, dan menganggap orang yang ia benci tidak ada – namun selalu saja muncul dan merepotkannya, beberapa orang yang ia sukai dalam kehidupannya mulai menghilang.

Pembahasan

Analisis unsur intrinsik novel

A. Tema

   Halo, Aku Dalam Novel (HADN), adalah cerita berbingkai yang mengangkat tema tentang kehidupan sosial, tentang pentingnya berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan.

B. Tokoh dan Penokohan
  
   Dalam Halo, Aku dalam Novel ini terdapat banyak sekali tokohnya, apalagi jika mengarah pada cerita yang dituliskan Pram, mengenai Halo dan kawan-kawannya. Namun, tidak perlu dipermasalahkan banyaknya tokoh tersebut, sebab mereka hanyalah tokoh tambahan, yang jika dihilangkan pun esensi cerita akan tetap bisa dirasakan. Perincian tokoh-tokoh tersebut adala sbb.

Tokoh utama (yang) utama: Pram

  Novel (cerita) berbingkai semacam HADN biasanya memang sulit untuk ditemukan siapa tokoh utamanya (salah satu contohnya adalah “Suweng” karya Hasta Indrayana, sebab jika tidak dipahami secara jeli pembaca akan terkecoh dengan tokoh utama (yang) utama dan tokoh utama (yang) tambahan.

Pram, adalah tokoh utama (yang) utama, sebab meskipun sepintas Halo yang menjadi fokus penceritaan, toh Pram-lah yang berperan penting dalam memunculkan Halo dan kawan-kawan, dan kapan pula ia memunculkan dirinya sendiri, baik di dunia nyata maupun di dunia khayalannya, dunia Halo dan kawan-kawan.

Tokoh utama tambahan: Halo

  Sebagai tokoh utama dalam kisah yang dituliskan Pram, sebenarnya Halo hanyalah tokoh statis yang kedudukannya menguatkan watak tokoh utama yaitu Pram. Halo ini lah yang menyebabkan pertemuan antara Pram dan beberapa tokoh dalam kisah yang ia tuliskan, Rio, Al, Brenda dll. Jika Halo tidak pernah muncul dalam pikiran Pram, maka Pram tidak akan mungkin bisa menyadari tentang keanehan dalam dirinya yang kerap berhalusinasi tentang orang-orang yang sebenarnya tidak ada, menjadi ada. Harlan, Mike, Merry, adalah beberapa tokoh dalam kehidupan Pram, yang sebenarnya mereka tidak pernah ada, berikut kutipannya:

"Saya bisa melihat Merry yang sedang membaca buku sambil mencamil keripik. Sedang menunggu saya. Oh, rajin sekali. Dia mungkin tidak tahu kalau saya sudah bangun. Sebenarnya. Saya tidak ingin menemuinya lagi, karena Merry itu hanya ilusi yang saya ciptakan saja. Kalau saya semakin mengenal dia, nanti saya akan merasa sedih sekali ketika berpisah. Mending saya tidak kenal saja" (HADN: 272).


Tokoh tambahan (yang) utama: Rio, Mike, Al, Merry, Marius.

  Tokoh tambahan tambahan: Brenda, Kakek Tua di Ladang Jagung, Nenek-nenek misterius, Brenda, Ardian, Harlan, Ibunya Marius, dll.

  Sebagai tokoh tambahan, keberadaan mereka memang tidaklah begitu penting, bahkan jika dihilangka pun, esensial cerita ini akan tetap terasa, hanya saja akan nampak monoton. Setidaknya keberadaan para tokoh tambahan ini menjadikan pembaca tidak jenuh. Berikut ini salah satu kutipan yang menjadikan novel ini lebih berwarna dengan hadirnya para tokoh tambahan:

“Eh, bagus, loh, cerita yang kamu tulis,” ujar Ardian, seolah dengan nada-nada memberi semangat. Dia pikir, kalau dia bilang sebaliknya, semangat menulis saya bisa hilang. Mendapat perhatian seperti itu darinya malah sangat menjijikkan.
“Hmm,” ujar saya.
“Apanya? Biasa saja, kok, malah jelek” ucap si Merry (HADN: 79).



Penokohan

   Ada perbedaan antara pengertian tokoh dan penokohan. Tokoh adalah pelaku dalam cerita sedangkan penokohan bisa diartikan pelukisan karakter yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam cerita. Ada dua macam penokohan, ekspositoris dan dramatik, dalam HADN ini teknik yang lebih banyak digunakan adalah dramatik, beberapa di antaranya adalah:

Teknik cakapan, melukiskan karakter Rio

“Kenapa kamu mau melakukan itu?” tanya Halo
“Melakukan apa?” tanya Rio
“Menolong nenek-nenek itu dan menolongku waktu itu…, padahal kamu tidak mengenalku…”
“Soalnya, tak ada yang menolongku sewaktu aku membutuhkannya dulu… dan aku tidak mau orang lain merasakan hal yang sama.” (HADN: 93).

Teknik pikiran dan perasaan, melukiskan karakter Pram

... Di Indonesia sana, saya memang punya pembantu, tapi bukan berarti saya tidak mandiri. Saya sangat mandiri! Saya bisa melakukan segalanya sendiri! Saya tidak butuh orang lain menemani saya! Saya benci orang-orang! Mereka sok tahu! (HADN: 55)

Teknik pelukisan fisik, melukiskan karakter Halo

Halo, tidak ada yang spesial mengenainya, kecuali dia sangat kurus. Tulang-belulang di tubuhnya sangat menonjol, menirus dan merusuk kemana-mana. Dia terihat seperti tengkorak yang hanya dapat berjalan dan bernapas (HADN: 6).

C. Penceritaan (pusat pengisahan)

   Sekilas pada bagian Tokoh Utama telah saya paparkan tentang kedudukan Pram sebagai tokoh utama yang menjadi pioner dalam keberlangsungan isi cerita. Pram adalah tokoh utama yang sekaligus menjadi pusat penceritaan . Pram selalu muncul dalam setiap peristiwa. sekali lagi, Halo hanyalah alat atau perantara bagi tokoh Pram untuk memperjelas apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, bagaimana wataknya, bagaimana sikapnya terhadap orang lain, dan terhadap dirinya sendiri.

… Mungkin saya akan mulai dengan menciptakan karakter utamanya. Yang jelas, dia tidak boleh cantik. Cih. Saya benci orang cantik karena mereka biasanya tolol. Saya akan membuatnya sangat jelek. Jelek sekali. Tidak punya teman, sendirian. Mungkin, gagu (HADN: 5).

Kalimat tidak punya teman, sendirian, sebenarnya merupakan representasi atas keadaan si Pram, sendirian tidak punya teman, sampai-sampai ia menciptakan sendiri orang-orang dalam hidupnya. Novel ini memusatkan penceritaan pada tokoh aku, Pram.

Sudut pandang

  Secara umum ada tiga macam sudut pandang, orang pertama, orang ketiga , dan campuran. Dalam HADN ini sudut pandang yang digunakan adalah campuran. Penggunaan sudut pandang campuran adalah kebebasan dari pengarangnya, namun dalam novel ini, sudut pandang campuran tercipta karena format kisahnya adalah cerita berbingkai, pencerita bisa berada pada dua posisi sekaligus, yaitu sebagai aku dalam penceritaan Pram, dan menjadi orang ketiga “maha tahu” di penceritaan Halo. Berikut ini adalah kutipan yang berturut-turut menerangkan posisi pencerita sebagai orang pertama dan orang ketiga:

  Namun, kami berhenti juga di sebuah minimarket, K-Mart, karena Mike harus belanja. Saat berada di dalam minimarket, saya membayangkan Halo. Dia bekerja di tempat seperti ini. Keren sekali. Saya melihat-lihat kasirnya, siapa tahu ada yang mirip dia (HADN: 41).

  Beberapa hari kemudian, Halo merasa kakinya sudah sembuh dan dia sudah bisa berjalan dengan normal. Dia pun akhirnya mengatakan niatnya pada Rio untuk berjalan-jalan di luar. Dia sudah merasa agak sumpek berada di dalam ruangan terus-menerus seminggu ini (HADN: 80).

D. Alur dan Pengaluran

  Alur merupakan rangkaian cerita yang membentuk suatu kausabilitas. Sedangkan pengaluran adalah cara menampilkan alur. Berkaitan dengan pengaluran tersebut, ada tiga macam alur yang bisa digunakan, yaitu:

Berdasarkan urutan waktu, novel ini menggunakan alur progresif, sebab cerita mengalir dari tahap awal: pengenalan tokoh, baik dalam penceritaan Pram maupun Halo, pemunculan konflik, klimaks dan diakhiri dengan penyelesaian.

Berdasarkan kuantitas, yang digunakan adalah alur tungal. Hal ini dikarenakan hanya ada penceritaan satu tokoh, lengkap dengan segala konflik yang menyertai kehidupannya. Meskipun tetap ada tokoh-tokoh lain baik itu tokoh utama tambahan maupun tokoh tambahan, dan dari tokoh-tokoh itu juga muncul konflik, kesemuanya itu adalah pelengkap yang semuanya selalu berkaitan dengan kisah tokoh utama.

Berdasarkan kualitas, novel ini menggunakan alur rapat. Beberapa ciri dari alur rapat adalah cerita disajikan secara cepat, peristiwa fungsional saling susul-menyusul, ada jalinan erat antarperistiwa yang jika beberapa bagian dihilangkan maka pembaca akan kesulitan memahaminya. Itulah yang terjadi dalam HADN ini. Kisah dimulai dari Pram yang sangat ingin menulis, kemudian ia mulai menemukan kemistri pada novelnya, muncul konflik dalam novelnya, tiba-tiba ia menjadi bagian dalam novelnya, ia mulai gamang dengan cerita yang dibuat sendiri, lalu Pram sadar tentang keanehan dalam dirinya dan seterusnya termasuk kesibukan Halo mencari seseorang yang bisa menghidupkan Rio menyebabkan Pram terpengaruh sampai akhirnya menghidupkan kembali Rio dengan dalih mati suri, mengeluarkan Al dari penjara. Kesemuanya itu membentuk satu kausalitas yang padat dan tidak bisa dipisahkan, meskipun ini cerita berbingkai.

E. Latar dan Pelataran

   Latar biasanya mengacu pada pengertian tempat, waktu dan lingkungan sosial cerita. Sedangkan pelataran adalah teknik pelukisan latar.

Latar tempat, jika mengacu pada geografis, lokasi terjadinya cerita tentang Pram adalah di Amerika,

Saya baru seminggu berada di Amerika. Di sini, ternyata sedang musim dingin. Saat turun dari bandara di San Fransisco minggu lalu, saya langsung menuju took pakaian hangat dan membeli jaket anti-dingin tiga sekaligus (HADN: 3)

Sedangkan lokasi cerita tentang Halo belum bisa dipastikan, sebab dunia Halo hanyalah khayalan yang dibuat Pram, sebagaimana ia mengarang cerita tentang orang-orang disekitarnya. Namun, ada beberapa indikasi yang bisa sedikit membantu,

“Kamu mau tahu bagaimana caranya menghidupkan orang mati?” tanya Sarah sangat terkejut. Sekaligus sangat meremehkan.
“Pertama, kamu bisa mengunjungi seorang pawang dari Tana Toraja,” jelas Ebra pada Halo (HADN: 247)
Tana Toraja, adalah indikasi bahwa lokasinya berada di Indonesia, tetapi bisa juga ini hanyalah efek dari Pram, atau penulisnya yang memang orang Indonesia, dan dia tidak tahu harus menyebutkan daerah mana yang kira-kira gayut atau relevan.

Setelah membaca ulang novel HADN ini akan dapat disimpulkan bahwa penulis sangat sering menempatkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kampus, terutama asrama dan dinning hall.
Latar waktu, tidak ada dominasi waktu dalam novel ini, cerita mengalir pada semua waktu yang ada, pagi, siang, sore, dan malam pada waktu setempat.

Latar suasana, suasana yang sering digambarkan oleh penulis, baik pada penceritaan Pram maupun Halo adalah suasana misterius dan sedikit tidak lazim.
“Terima kasih, tapi aku tidak perlu mandi,” ujar Halo. “Aku sedang buru-buru…”
“Kamu tidak bisa buru-buru kalau kalau kamu mati” jawab si Kakek.
“Maksud kakek?”
“Racunnya sudah meresap ke dalam kulitmu. Kuharap belum terlambat …” (HADN: 191)
Pelataran, hal mengenai pelataran ini berkaitan dengan efek realistis dari cerita. Pelataran biasanya mengaitkan antara karakter tokoh dengan latar yang menyertainya. Pram, adalah tokoh utama yang memiliki watak individualis,
... Di Indonesia sana, saya memang punya pembantu, tapi bukan berarti saya tidak mandiri. Saya sangat mandiri! Saya bisa melakukan segalanya sendiri! Saya tidak butuh orang lain menemani saya! Saya benci orang-orang! Mereka sok tahu! (HADN: 55)

   Dan sikap individualisnya ini sejalan dengan pola pikir, cara dia bergaul dengan lingkungannya, cara dia berbicara dan menyikapi orang lain. Sesungguhnya Pram adalah seseorang yang merasakan ketakutan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit, secara implisit nampak bahwa Pram terlalu takut dianggap aneh sehingga ia jarang berkomunikasi dengan orang lain, sama persis dengan apa yang ia tuliskan tentang Halo dalam novelnya. Dan ini berarti bahwa Pelatarannya sejalan dengan karakter tokoh Pram. Untuk tokoh Halo pun demikian, dalam novel ini ia digambarkan sebagai sosok yang kurang percaya diri dan selalu menarik diri karena takut dianggap aneh,
“Oh, Tuhan! Kata Halo kaget.
Hidung lelaki itu berdarah, Halo yang melihatnya menjadi sangat gusar. Jantungnya berdebar sangat kencang. Tiba-tiba saja, dia meninggalkan tempat itu (HADN: 15).

F. Aspek sosial (sistem dan nilai),

  Yang paling asyik dengan orang-orang Amerika adalah kita tinggal mengatakan ‘Ya’ dan ‘Terima kasih’, dan orang-orang tidak akan mengganggumu lagi (HADN: 185).
G. Amanat,

   Disampaikan secara implisit, bahwa sebagai makhluk sosial kita tidak akan pernah mampu hidup sendiri, seperti yang dialami Pram, betapapun ia menganggap orang lain tidak penting, toh ia tetap membutuhkan orang lain, dengan cara menciptakan sendiri orang-orang tersebut.


Penutup
   
  Demikian analisis saya terhadap novel karya Nuril Basri yang berjudul Halo, Aku dalam Novel. Semoga apa yang saya paparkan bisa bermanfaat dan berharap ada kelanjutan atau bahkan peninjauan kembali oleh pihak yang memang membutuhkannya.

  Yang terpenting lagi adalah semoga apa yang saya buat ini bisa memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pengkajian Cerita Rekaan sehingga dapat memberikan penilaian yang semestinya terhadap apa yang sudah saya pahami dari mata kuliah yang disampaikan.

 Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Malam: Sajak Layla kepada Kekasihnya

Malam.
Kau tahu kasihku,
Jika asap pada cerutunya telah mengepul
Kau akan berpaling dari setiap apa pun yang tengah kau garap di ladang cinta kita
Lekas  memanggul kayu bakar, sayuran segar dan beberapa ubi
Kau akan pulang dan ketika sambil mengetuk pintu kau berkata,
:"Layla, aku pulang. Aku membawakanmu hasil ladang kita. Cinta"
Kemudian tergopoh-gopoh kuraih gagang pintu, yang di sana tak pernah kusematkan gerendel pada penguncian; seperti itu pun aku mengenai rumah hatiku atasmu.


O, kasihku.
Betapa tak kuasa ku untuk tak menarikmu dalam dekapan sunyi ketika kudapati senyum di antara gurat letih di rautmu
Dan kita berbagi rindu, seketika



Malam
Kau tahu kasihku,
Jarang bahkan nyaris sama sekali tak pernah kulewatkan menyelami kekhusyukanmu pada-Nya,
Mengirimiku seperigi doa, melalui-Nya.
Yang sebelum kau rekat pada sajadah itu, kau nampak aneh;
“Layla, nyalakan lampu kamar kita. Aku akan bersiap mencangkul seperigi doa untukmu”
Padahal, lampu itu tak pernah kuredup bahkan matikan, bahkan ketika siang?
Ah, kuanggap itu selimut tambahan darimu kepadaku yang telah cukup hangat dengan selimut-selimut kesetiaanmu.
Dan aku lena pada pendoaanmu.

Malam
Kau tahu kasih,
Bahwa aku sama sekali tak mengetahui
Kapan aku lahir dari rongga dadamu dan menjadi serupa embun yang selalu hadir ketika pagi menyemburatkan dingin menyambut keterjagaan kita
Betapa sungguh, kasih
Sejak kapan aku selalu kau anggap ada di rumah kita,
Sedang seseorang selalu beku di sana.
Itu, di salah satu kanvas yang tersobeksobek waktu
Di sudut rumahmu, rumah kita ini
Siapa dia?
Dan aku terlelap, dalam rengkuh tanya yang kau bingkai dalam dongengdongeng pengantar tidurku.
:Tentang seorang pecinta yang nyaris mati karena cintanya
Selamat malam, kasihku.

Malam.
Asapnya mengepul menerobos celah jendela rumah kita
Aku bisa merasakan dingin yang sesungguhnya adalah rembesan perasaan batinmu.
Tapi aku bahagia ada di sisimu, sungguh.

Tembalang, 27 juni 2010