Laman

Tampilkan postingan dengan label personal literature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personal literature. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

"whatever will happen, i just pray at the end"


0:14
sekitar 2 jam lalu saya terbangun, ahh bukan bukan. ternyata masih juga saya sombong ya. selama ini saya tidak pernah terbangun, melainkan dibangunkan. dan saya pikir itu berlaku untuk semua orang, yang memiliki Tuhan.
entahlah. saya awalnya berniat menyesal karena menuliskan ini di blogspot. sejak beberapa bulan lalu saya telah sepakat hanya akan menuliskan hal-hal yang bersifat umum, tidak pribadi semacam ini. tapi jujur, saya rindu untuk dibaca, sebab di tempat saya yang satu itu (tempat menuliskan hal pribadi), tidak banyak yang mengetahui.
sebenarnya beberapa blog teman juga ikut menstimulasi tulisan ini. well, saya kembali pada satu pendapat: TULISAN ADA UNTUK DI BACA --> semoga ini menginspirasi.

saya dibangunkan. entah untuk alasan apa, tapi saya kira, Tuhan ingin saya datang dan menceritakan segalanya. hah! nyatanya saya malah bicara pada internet, dan blog ini kalian.
dua hal yang langsung muncul dalam benak saya setelah sebelumnya saya memutuskan untuk mematikan lampu kamar dan membiarkan Bob Dylan bernyanyi tanpa henti "Mr. Tambourine" (lagu ini kana menjadi pesakitan saya beberapa waktu ke depan, mungkin).

pertama, orang yang memeberikan lagu ini, kedua masalah di organisasi.
untuk masalah pertama syaa hanya ingin bilang, "segalanya akan kembali pada suatu awalan. kita semua hidup sendiri, tanpa apapun, tanpa siapapun". tapi yang saya sesalkan, ini seperti tidak berakhir pada waktu yang saya rencanakan. masih banyak hal yang ingin saya bagi dan tanyakan. tapi entahlah, yang jelas saya memang harus siap dengan segala kemungkinan. entah ini sudha berakhir atau belum. "TERSERAH", saya ulang kata itu, yang kalau kamu yang mendengar, begitulah rasanya.

kedua, siang tadi teman saya, pemimpin umum LPM Hayamwuruk mengabarkan bahwa tulisan saya di majalah Hayamwuruk edisi XXI/2011 telah sampai ke Jakarta. sebenarnya saya masih belum sepenuhnya memahami kata "sampai", apakah hanya sampai secara lisan atau tulisan. saya menanggapinya secara postif:

saya : wooo, keren ya =D
dia: aku serius dest
saya: iya...

saya tersenyum ketika itu. tapi ini bukan tanpa alasan. sebelum akhirnya tulisan itu disetujui oleh redaksi untuk dimuat dalam rubrik Jaring, saya telah melewati suatu tahap perenungan. apa yang saya tuliskan adalah fakta (yag terbungkus aib atau entah aib yang terbungkus fakta , lihat postingan saya INI;  ) keputusan yang menguatkan saya adalah: kalaupun pada akhirnya saya telah melakukan kekeliruan yang menyebabkan saya tertimpa masalah katakanlah dikeluarkan drai kampus, saya siap. KARENA SAYA YAKIN DENGAN APA YANG SYAA TULISKAN, SAYA PUNYA BUKTI-BUKTI YANG BISA DIJABARKAN. SAYA BERANI MEMPERJUANGKAN KEBENARAN. bahkan, syaa sempat berpikir konyol, bahwa betapa keren jika saya dikeluarkan dari kampus hanya karena tulisan yang menyentil birokrasi kampus (fakultas --> jurusan). tapi yang membuat saya agak berpikir lagi adalah, apa yang akan dirasakan orangtua saya? ah sudahlah, Tuhan ada bersama saya. whatever will happen, i just pray at the end. Allah and mommy are with me"

tadinya saya ingin ceritakan ini pada orang menjadi subjek pada masalah pertama saya, tapi karena suatu alasan yang saya tidak bisa pahami, saya ucapkan terima kasih. SIMPAN SAJA HAPEMU DALAM LEMARI...

Jumat, 29 April 2011

Aku Hanyalah Burung; Sayap Kehidupan



Pada kehidupan yang sesungguhnya hanya sebentar ini, pernahkah kamu membayangkan dirimu sebagai sesuatu yang lain, bukan manusia? Seperti yang kulakukan. Aku membayangkan bahwa di dunia ini aku ibarat seekor burung.

Kau tahu kan bahwa hakikat burung adalah hewan yang hidup dengan mengandalkan sayap. Ini terlepas dari adanya beberapa burung yang hidup di darat; tanpa sayap (yang bisa dikepakkan ke udara).
Sayap adalah hal terpenting bagi seekor burung. Tanpa sayap ia tak akan pernah bisa menemukan makna hidupnya; seekor burung. Meskipun bisa hidup di darat, burung tetaplah hewan yang akan menemukan kebahagiaannya saat ia terbang bebas di udara. Hal tersebut hanya bisa dilakukan jika ia memiliki sayap yang bisa menopang tubuhnya menikmati kebebasan, terbang dari sarang menuju sarang.
Saat kecil burung diajari terbang oleh induknya, ini menjadi bukti betapa eksistensi burung ditentukan oleh kebisaannya mengepakkan sayap untuk melanjutkan hidup. Dari sini juga bisa dilihat bahwa burung adalah hewan yang harus bisa hidup mandiri, sebab mereka tak akan mungkin selamanya hidup didampingi induknya. Pada umumnya burung akan menemukan kehidupannya sendiri setelah dewasa, bahkan sangat mungkin mereka tak lagi bisa menemukan di mana orang tuanya setelah mereka terbang sendirian ke alam bebas.
Sayap adalah hal terpenting. Ketika membicarakan sayap, maka tidak bisa hanya pada sayap kiri atau kanan. Sayap adalah dua, di kanan dan di kiri. Sayap adalah penopang kehidupan yang fungsinya sangat besar untuk bisa menyeimbangkan tubuh di udara.

Adakah yang muncul di benakmu saat mendengar kata sayap? Meskipun kau tak mengakui bahwa kau seekor burung, maukah kau mengakui bahwa kita tak jauh beda dengan burung. Bahwa kita tak akan bisa hidup tanpa sayap. Yang menjadi pertanyaan adalah, apa sayap kita? Atau tepatnya siapakah sayap kita?

Orang tua. Ayah dan ibu. Merekalah sayap kita. Orang tua adalah sepasang sayap yang senantiasa melekat di dua sisi hidup kita. Bisa kau membayangkan apa yang akan terjadi jika kita kehilangan sayap?
Sadarkah bahwa sayap adalah hal terpenting yang selalu mendukung hidup kita? Kehilangan satu saja sayap maka kita akan mengalami ketakseimbangan terbang, ketakseimbangan hidup. Seseorang yang kehilangan satu bahkan kedua sayapnya akan mengalami kesulitan, disadari atau tidak.
Seseorang yang kehilangan ayah atau ibu baik dalam arti sesungguhnya; meninggal atau ditinggalkan akan merasakan ada yang hilamg dalam hidupnya. Mengapa tadi di awal bahwa ada beberapa burung yang bisa hidup di darat; tanpa sayap atau dengan sayap yang tak lengkap, itu karena mereka hanya beberapa. Meskipun mereka bisa hidup di darat, mereka tetap merasa bahwa hidup tak sempurna karena hakikat hidup bagi seekor burung adalah terbang bebas di udara.
Akan ada sistem yang tidak bekerja dengan baik saat seseorang tak bisa mengepakkan keda sayapnya secara sempurna.
Kawan, orang tua kita adalah sayap yang selalu setia mendukung kita. Meskipun terkadang kita tak bisa memegang dan mendekap keduanya, percayalah bahwa sebenarnya mereka ada. Kita tak akan pernah mungkin menafikkan keberadaan mereka yang sampai detik ini telah membuat kita berada pada satu titik ini, bahkan siap mengantar kita pada titik titik lain yang kita inginkan.
Jagalah sayapmu dengan baik. Rawat mereka, baik dalam laku maupun doa. Jarak bukanlah alasan untuk mengabaikan keberadaan mereka. Kita harus percaya bahwa doa adalah wujud sayap-sayap cinta yang mereka kepakkan untuk membantu kita terbang. Bahkan, saat mereka telah tiada pun, kita harus tetap menganggap mereka ada di dua sisi kita.
Kita tak akan pernah bisa terbang tanpa sayap. Dan percayalah, kita akan terus memiliki sayap itu dengan doa. Doakanlah orang tua kita, sebab mereka tak pernah berhenti mendoakan kita. Dalam suka dan duka di wajah mereka, ada doa yang senantiasa menginginkan kita bahagia.
Tembalang, 29 April 2011

Minggu, 27 Februari 2011

Tiga Banding Satu



Dilahirkan sebagai satu-satunya perempuan dalam keluarga bukanlah sebuah impian, melainkan takdir. Kerap, jika seseorang bertanya dan mengetahui bahwa aku satu-satunya anak perempuan di antara 3 saudara laki-lakiku, “wah, beruntung banget, pasti kamu dapet kasih sayang ekstra”. Aku juga pernah dengar selentingan bahwa nantinya ketika kami telah memasuki fase ‘dewasa’, aku –satu-satunya anak perempuan- akan mendapatkan sebuah perlakuan spesial dari 3 saudaraku tersebut, entahlah seperti apa maksudnya. Yang jelas, aku sangat bersyukur atas semua yang Tuhan berikan. Meski terkadang muncul perasaan-perasaan sedih karena tak memiliki teman untuk berbagi, seorang kakak perempuan.

Terlepas dari apapun itu, aku percaya bahwa Tuhan lebih paham apa yang kita butuhkan. Memiliki 3 saudara laki-laki sekaligus, bagiku sangat memberi warna dalam hidup.

Kakakku, anak sulung dalam keluarga kami adalah tipikal pria yang sangat patuh beragama. Ia bisa (sedang) menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Dia adalah motivator dalam hidupku. Hidupnya sistematis, penuh perhitungan.
Namanya Agus Herryanto. Salah satu kisah masa kecilnya yang kuingat adalah:
Dulu, saat usianya baru 5 tahun ia selalu ikut ke sekolah jika Ibu kami mengajar. Karena keintensifannya mengikuti kelas (1 SD), maka ketika hari pembagian raport ia merengek bahkan hampir menangis karena tak mendapatkan raport seperti yang lainnya. Akhirnya atas izin kepala sekolah, kakakku mendapatkan raport. Sejak saat itulah ia resmi menjadi murid SDN 4 Pardasuka. Kediniannya masuk SD membuatnya menjadi sarjana pada usia 21 tahun, bukan 22. SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 Tahun dan kuliah 4 tahun.
Beberapa bulan setelah menuntaskan kuliahnya, kakakku diterima bekerja di sebuah perusahaan ternak, sebagai penyuluh. Sejauh yang kutahu, pekerjaannya adalah memperhatikan pola makan ternak-ternak, memberikan obat jika ada hewan yang sakit, menghitung bobot hewan sebelum dijual dsb. Kini, 4 bulan sebelum usianya genap 23 tahun, ia telah menikah dengan seorang wanita pilihannya. Ah, suka atau tidak suka, sebenarnya aku telah “kehilangan” seorang kakak, satu saudara laki-lakiku.
22 februari 2011 lalu ia resmi menikahi teman SMAnya. Aku jadi ingat satu lagi kejadian paling konyol (mungkin), sepanjang hidupnya.
Suatu hari, kakakku tidak pulang ke rumah setelah sekolah. Kami sekeluarga paanik, namun yag terlihat sangat panik adalah aku dan ibuku. Waktu itu adikku Adfa belum lahir, dan aku tak tahu kemana ayah dan adikku (Aan) waktu itu. Yang jelas selepas maghrib kami berdua pergi ke wartel. Dengan modal sebuah hp (butut) kakakku yang entah sengaja atau tidak, ditinggal di rumah. Sampai di wartel, ibu mendaulatku untuk menghubungi semua nomor hp teman-teman kakakku. Dan dengan polosnya aku mengiyakan. Sayang, kami tak mendapatkan informasi apapun. Ketika itu aku sempat berfikir, jangan-jangan kakakku tak punya teman? *tuing. Keesokan harinya kebetulan hari minggu, kakakku akhirnya pulang. Ba-bi-bu pertanyaan kami tumpahkan padanya, ternyata ia pergi ke Tangerang dengan temannya, demi untuk membeli seperangkat perkakas semacam obeng yang sedang dijual murah. Aku sampai tak habis pikir. Dan efek terbesar yang timbul dari rentetan peristiwa tersebut adalah, kakakku tidak masuk sekolah gara-gara semua temannya menanyakan keberadaannya setelah kuhubungi satu-satu malam itu. =D.

aku adalah anak kedua dalam keluarga, setelahku adalah adik pertamaku, Aan Novan Setiawan. Jika dibandingkan, adik dan kakak pertamaku adalah dua orang sangat bertolak belakang. Dalam bidang agama adikku sangat kurang, semenjak masuk sekolah menengah ia menjadi semakin ‘bandel’ dan semaunya, suka keluar malam saat malam minggu, playboy, dan... alay (–-‘), ini yang paling kusayangkan. Dengan wajah gentengnya, adikku memang wajar jika playboy, tapi kenapa harus alaaaaay???, hmp.
Aku pernah membawa perihal adikku ini dalam liqo’ ketika sma, murobbiku pun menyarankan agar aku memberi perhatian lebih padanya. Beliau mengatakan bahwa laki-laki lebih sulit menemukannhidayah dibandingkan perempuan. Jika sudah terlanjur seperti itu, maka harus ada yang mengaragkannya. Maka akupun pelan-pelan menyarankan pada adikku untuk mengikuti ekskul Rohis di sekolahnya. Awalnya ia menurut, namun belum sampai seperempat perjalanan ia memutuskan untuk keluar dan memilih ekskul Pramuka. Alsannya saat kutanya mengapa adalah ketidakkondusifannya ekskul Rohis. Ya, kuakui mmang seperti itulah Rohis. Jika tidak ada tekad kuat, pasti mental.
Namun, yang membuat aku tetap bangga dan menyayanginya adalah kerajinannya. Kami bertiga (aku belum tahu bagaimana Adfa karena usianya baru satu tahun) mewarisi kebiasaan baik orangtua kami, yaitu rajin belajar. Bandel- bandel begitu, adikku tetap berprestasi di sekolahnya. Semester lalu ia mendapat peringkat pertama di sekolahnya, jurusan elektro. Dan itu membuatnya diperbolehkan membawa Vixion ke sekolah oleh orangtua kami. Dan malam ini, aku baru saja mnemaninya membuat tugas dari sekolah, merangkai sound system. Kami tertawa lepas saat bersama mendengar hasil rakitannya yang menggunakan salon rusak, suaranya seperti alien =D. Adikku tetaplah adikku =)

Yang terakhir, si kecil yang cerdas, Adfarizkia Al Hanif. 5 februari ini tepat 1 tahun usianya. Kami sekeluarga memang syang banget sama dia, aku aja saking excitidnya bela-belain pesen mainan ke Yayuk buat dia, sama kemaren pas di jogja aku beliin puzzle. Padahal pas sampe ditangannya Cuma diusek-usek, yaiyalah, belom ngrti gimana maeninnya. Malah sepupu-sepupunya yang udah 3-4 tahun yang maenin.
Perkembangan Adfa memang pesat, dia uda bisa ngeledekin orang-oran disekitarnya, terutama aku, yang baru bisa ketemu tiap 6 bulan sekali. Gaya meringisnya kalo lagi puas ngerjain orang, khaaas banget =)  

Sabtu, 08 Januari 2011

suka= gak suka

seberapa besar sih perbandingan antara hal yang kamu suka dan gak suka di dunia ini?

ngomongin masalah suka & gak suka, berdasarkan data dan fakta yang kuperoleh selama ini , ternyata perbedaan antara keduanya sangat tipis bahkan  nyaris   ga ada. percaya gak?
mari kita lihat kenyataan di bawah ini...!
waktu kecil dulu, aku 'males' banget yang namanya minum susu kalo rasanya bukan yang coklat. jadi mamaku menyiasatinya dengan selalu membeli susu coklat supaya aku (termasuk kakak dan adikku) tetap minum susu di masa pertumbuhan. 

suatu hari pas aku ikut mama belanja, sempet ada yang sampe bilang gini (ibu-ibu di pasar)
"mba, saya minta susu rasa coklat ya?"
"kenapa gak vanila aja bu, kan nutrisinya lebih banyak"
"tapi anak saya sukanya susu coklat kok mba"
"alahh, bilang aja gak sanggup beli, kan vanila lebih mahal!"
*dialog dilebih-lebihkan biar seru bacanya

gara-gara aku, akhirnya semua orang di rumah terpaksa harus ikut-ikutan minum susu rasa coklat. dulu susu favorit keluargaku adalah dancow. sebenernya dari dulu th aku uda heran, "bukannya dancow cuma buat anak-anak ya, tapi kenapa orangtuaku jadi ikutan minum?"
oya, pernah suatu ketika mama kehabisan susu coklat karena telat pesan ke tetangga kami yang memang kerja di pabrik dancow. berharap aku bakal memaklumi keadaan itu, mama nekat buatin aku susu waktu sarapan. haha. tidabisa tidabisa  aku tutup mulut. akhirnya, daripada mubazir, mama dapet ide untuk nyampurin kopi bubuk ke dalam susu rasa vanila. nah, kan berubah noh warnanya, baru deh aku minum #dasar anak kecil  oon .
sampe SMA kelas X kalo gak salah, aku keukeh  ga suka sama susu vanila. mending gausah minum susu kalo aku dipaksa minum susu rasa itu. kalo ditanya kenapa, aku jawab, karena rasanya tuh sedikit amis, jadi hidungku ga betah mencium aromanya, bisa-bisa sarapanku keluar lagi.

akhirnya, seiring bertambah usia , kedewasaan juga nambah, entah kenapa aku mulai suka susu rasa vanila, tapi masih lebih suka kalodikasih yang rasa coklat atau stroberi. baru setelah masuk kuliah, aku bener-bener mengalami keadaan yang berbalik. setiap cari susu di minimarket, aku selalu cari rasa vanila dan rela gak minum susu kalo ga ada yang rasa vanila.

==============================
hal lain yang juga sering kualami adalah masalah selera. 
entah itu selera musik, pakaian, sampai teman dan gebetan. waktu itu aku inget banget gak suka sama yang namanya lagu X, anti b a n g e t pokoknya! tapi gak lama setelah aku bilang ke temenku bahwa aku gak suka lagu itu, besoknya sekali denger di radio langsung donlod di 4shared .
aku juga pernah bilang ke temen, "aku tuh sebel banget ya sama ce berjilbab yang kalo pake aju sebatas lengan, nanggung baget!" eehh, gak lama malah aku kalo lagi kemproh pake baju sebatas lengan. makanya aku lagi khawatir nih, kan sekarang yang lagi tren ce ce berjilbab yang 'norak' itu kalo pake aksesori ada kiwir-kiwir di atas kepalnya. adooh, gak tahan dah ngeliatnya, ya Allah, jangan sampe aku terjangkit kenorakan macam itu, aku berlindung dari perilaku norak yang terkutuk ya Allah, aminn .

oya, hal terakhir yang baru kualami adalah waktu temenku si Kribo bilang,
"Desta, kamu beli tetralogi Pram dong, ntar aku yang baca. hahah"
kubilang, "gimana ya, aku liat covernya aja udah males, ga tau kenapa"
"wah, berarti kamu gak sreg ya sama Pram"
"Iya kayanya"
ehh, malemya aku jadi kepikiran buat beli tetralogi penulis yang komunis pada masanya itu, tapi mahal banget deh kayanya.


satu hal lagi sebenernya. aku gak suka nih sama hp BB, tapi mulai khawatir* 

===================================
ini adalah beberapa hal yang membuatku berkonklusi bahwa gak ada perbedaan antara suka dan gak suka, semuanya cuman berkaitan dengan masalah waktu. kapan kita suka dan kapan kita gak suka. pada dasarnya manusia itu suka dengan hal baru. dan sayangnya, hal baru hanya ada pada hal yang gak pernah kita suka dan selalu kita hindari. so, bener banget kata Tuhan kita,  

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

jadi mulai sekarang, bersikaplah secara wajar ^^

Sabtu, 25 Desember 2010

curhat

entahlah, Tuhan
kenapa, belakangan doaku seperti ini:


"Ya Allah, segerakanlah datangnya seseorang yang akan membantuku semakin mengenal-Mu
kian hari aku semakin merasa tak bisa sendiri
ah, Tuhan.
kenapa pula hamba-Mu ini"


jika nanti seseorang itu datang, aku berharap kedatangannya adalah untuk menemaniku melengkapi ibadah, menamaniku untuk semakin mencintai-Mu



curhat--
                                                                                                        

Sabtu, 11 Desember 2010

Kaliurang versi Semarang

sudah sejak beberapa hari lalu,suhu udara di Semarang tepatnya daerah Tembalang berubah drastis, dari yang biasanya diatas 30 derajat, turun dibawah 25 derajat dengan kisaran Suhu : 24 - 31 C
Kelembaban : 65 - 93 %. http://bmkg.go.id/hp/cuacan1.html

perubahan tersebut begitu terasa, apalagi hujan kerap turun jika sudah memasuki pukul 5 sore. Tembalang yang biasanya di setiap kamar kos selalu menyalakan kipas angin, hal ini tidak terjadi. bahkan gigi saya jadi kumat ngilu . weww :D. suasana Tembalang- Semarang, saat ini tidak ada bedanya dengan kawasan Kopeng dan Bandungan (Semarang) juga Kaliurang (Yogyakarta)

Rabu, 17 November 2010

jangan pernah menganggap suatu hal sebagai masalah

percaya atau enggak, terkadang ada hal-hal yang gak perlu diucapkan. cukup dirasakan.

ah. aku gak suka nulis diary macam ini. bertele-tele.
intinya, hari ini ada hujan yang turun deras di halaman wajahku.
deras... sekali.


pagi tadi, kakak yang paling kucintai menelpon. biasa, menanyakan kabar.
obrolan kami mengalir renyah, tentu saja dengan guyon yang iseng kulempar dan akhirnya memecah tawa diantara kani, via handphone.

dari mulai masalah jumlah hewan kurban, sampai pada perasaan.
aku bercerita padanya, tentang keadaanku. tentang kuliahku.
dan ia menanggapi dengan penuh kesungguhan. kalimat yang ia ucapkan pun penuh pemaknaan.
aku semakin serius, mendengar wejangan-wejangannya yang sederhana membuatku tak kuasa menahan butir-butir bening untuk tetap di belakang bola mata. mereka mengalir jatuh dengan sempurna.
sesekali aku sesenggukan, menahan agar tangisku tak terdengar di seberang sana.

hampir satu jam, setelah beberapa menit adzan dzuhur berkumandang, ia memintaku untuk sholat lebih dulu. ia bilang padaku,
* jangan pernah menganggap suatu hal sebagai masalah, tapi anggaplah sebagai ujian dari Allah yang harus kita pecahkan.
* belajarlah untuk menyeimbangkan dunia dan akhirat.
* saat kutanya, ia menjawab bahwa mendahulukan habluminallah itu lebih penting daripada habluminannas. sebab, ketika kita kuat pada habluminallah, maka habluminannas akan mengikuti.
* belajarlah di setiap waktu, di manapun, jangan pernah berharap pada makhluk tapi berharaplah hanya padanya. ilmu Allah itu luas dan ada di mana-mana, di siapa-siapa.
* bersedekahlah tanpa berpikir motif orang yang meminta padaku, berikan apa yang bisa kau berikan sebelum akhirnya kau menjadi peminta
* nikmati waktu-waktu utama bersama Allah, 5 kali sholat fardhu ditambah dhuha dan tahajud
* berbagilah kepada Allah, jangan hanya kesedihan tapi juga kebahagiaan

Selasa, 14 September 2010

------------------------------------------akhirnya realis juga reuni kita, alhamdulillah

Kenangan.

Apa sih yang bisa kalian lakuin sama kenangan?
Tergantung kali ya. Kalo kenangannya indah ya dinikmatin sambil terus diinget-inget dan bersyukur.
Tapi kalo kenanangannya bikin males. Yaahh, pasrah ajalah . hhee

Naah. Ngomong-ngomong soal kenangan, kemaren lebaran ke-2 tepatnya tanggal 13 September 2010, gue sama temen-temen kelas IIIA alumni SMPN 1 KATIBUNG Lampung Selatan ‘06 membuka album kenangan sekaligus nambahin isi albumnya, setelah 4 tahun gak ketemu. Jiaah.

Ceritanya, kemaren itu kita reuni kecil-kecilan. Ideutama dating dari Reo, trus kita koordinasi sejak sekitaran sebulan sebelum hari H. kalo ditanya apa kendalanya, ya lumayan banyak. Dari yang kalo di message fb gak bales. Di sms juga gak konfirmasi, menjelang hari H bahkan pas hari H tiba-tiba gak bisa dan blab la bla. Overall. Semuanya itu gak bererti apa-apa pas acara kita akhirnya kejadian. Judul acaranya “Reuni Kecil-kecilan Kelas IIIA”.

Rencananya sih kita bakal ngacaranya di pantai Selaki. Tapi karena pada ngaret, akhirnya ampe sekitar jam 11 semuanya baru pada kumpul. Lumayan banyak sih, dari 40-an isi kelas waktu itu, sekitar 15-nya bisa dateng. Secara gak terencana akhirnya rumah gue dipakek buat reunian.

Yang pertama dateng Muji sama Bihaqi. Trus gak lama dateng de Via dwi larashinta, Desi suprihatningsih, Koyo dan sepupunya. Trus yang laen pun berdatangan, Reo sama Prita, Aldi, Faisal, Eko, Bowo, Ario sama temennya, TRUS May minta di susul sama Eko, Pulung, ada juga temennya via (temen apa co-nya gak tau).

Jujur, gue gak tahu konsep apa yang lagi kejadian kemaren. Yang jelas pas uda pada ngumpul kita semua langsung aja nyambung. Kongek-kongekan. Nginget beberapa kejadian konyol pas di sekolah dulu, diantaranya
-         Kejailan anak-anak co nyebarin aroma jengkol di sekitaran kelas IIIA dan IIIB,
-          Kalo gak Faisal, Bowo,Aldi joget-joget di depan pintu, ampe akhirnya dipanggil ke Kantor guru karena dikira ngeledek guru
-          Kisah berantemnya Koyo sama Reo yang sampe ngangkat-ngangkat kursi
-          Tragedi masang klise kebalik yang bikin kita gak punya foto perpisahan SMP
-          Keisengan anak-anak co yang ternyata suka merhatiin (baca: ngntip) anak-anak ce, sampe ternyata mereka tahu bahwa waktu itu salah satu guru sejarah pas kita kelas II lagi dapet
-          Nginget guru Fisika pas kelas I yang kalo ngomong selalu, maaf, muncrat J
-          Nginget betapa malesnya pas kita kelas I disuruh piket WC ampe dikejer-kejer bu Nurjayanti
-          Nginget salah satu guru honor yang ndeso-nya gak ketulungan, udah gitu selama satu semester pas kita kelas II harus ngulang pelajaran semester I.

Ahh, banyaklah pokoknya. Di sela serunya acara ketawa-ketawa itu mereka juga tetep ngelawak. Pokoknya gak ada yang berubah sih. Mereka semua tetep konyol. Apalagi kemaren si Bihaqi (anak paling jail) sempet ngegeludak dari kursi gara-gara duduknya mepet-mepet siring teras. Ada juga bahasan yang katanya si Pulung uda Married tapi gak ngaku. 

Siang itu gw gak ada persiapan sama sekali di rumah. Selain semua orang di rumah juga lagi pada keluar. Akhirnya gw ketempuhan nyiapin semuanya. Dari -si Faisal yang request minta kopi ampe makan siang. Dubrag. Gak papa sih, gw malah seneng soalnya kan belum tentu juga setaun sekali, tapi kan gw repot sendirian. Akhirnya dengan segenap kebiasaan di diri gw, gw beli 8 bungkus Torabika Moka, 7 bungkus Mie instan dan 5 bungkus kerupuk. Oiya, Desi, duit lo belum gw balikin tau \lol\

Sebelum maksi, pas gw dan beberapa Ibu-ibu PKK to-be lagi masak mi, anak-anak co ikut ke belakang, mau sholat dzuhur katanya. Ngeliat mereka pada sholat jadi inget pas kita dulu ikut pelajaran tambahan menjelang UN. Seru!!! Apalagi pas liat jahilnya mereka saling ganggu yang lagi sholat. Hahahah, dasar rakceto! Gak inget umur.




Well. Setelah puas ngobrol di rumah, akhirnya jam 2 kita jadi juga berangkat ke pantai J di sana kita foto sesiion. Ini dia jadinya…

foto sebelum nyemplung, yang ngetake Prita :)



Makasi ya teman-teman J sukses buat kita semuah. Yang kuliah, yang uda married, yang gawe, do the best  for what we have! Love youuuuuuu…

Sabtu, 04 September 2010

------------------------------------------ emangnya 'gue' salah apa sama 'aku'?



belakangan, katanya sih, 2010 adalah tahunnya anak-anak alay. . gatau kenapa sih, tapi yang jelas emang tahun ini penyakit satu itu makin merambah aja, bahkan sampe-sampe menjangkit ke orang satu ini walaupun tekana batin menyibling dia di fesbuk, tapi apalah daya gue sebagai seorang kakak yang menyayangi adiknya (lebaaaay).
===========================



sebenernya gue tuh pingin nulis ini..

cerita dulu yee.
sebenernya gue mulai pakek kata ganti 'Aku' itu pas gue masuk kuliah. sebagai anak SMA yang uptodate (jiaah bahasa lo, enggak ennggak, gue cuman jadi siswa SMA pada umumnya, yang minimal selalu tau lagu-lagu terbaru karena sering denger radio dan aktif di Rohis-- ???-- termasuk alay doong. LOL), gue gapernah ngebayangin kalo hidup di Semarang harus sekalem itu. karena kebanyakan tementemen gue asli jawa yang notabenenya bahasa jawa adalah bahasa sehari-hari, jadinya gue harus menerapkan pribahasa "Di mana bumi di pijak, di sana langit di junjung" gue harus bisa menghargai mereka dengan berbicara sopan. well, ngomong pakek lo-gue di lingkungan fakultas gue, emang terkesan waghu-- rancu. tapi bukan berarti gue memandang miring, tetep ada kok anak-anak gaool nya. hhe. Semarang kan kota besar, lebih besar dari Lampung. tapi kalo gue perhatiin, Lampung berada di posisi lebih atas dalam hal keeksistensian lo-gue [pendapat], mungkin pengaruh lebih deket jakarta kali ye. lhoooo ?)*<"

pernah si gue paksain pakek bahasanya orang jakarta yang udah di adopsi sebagai bahasa anak gaul ini sama beberapa temen baru yang menurut gue berkompeten. tapi ahh, tetep waghu. akhirnya gue nyerah dan harus membiasakan diri dengan aku-kamu.


intinya.
apa sih salah 'gue'
emangnya kalo ngomong pakek gue, kesannya sombong ya?
kalo menurut gue sih tergantung sikon.
begitu juga dengan aku-kamu, emangnya berlebihan ya kalo seseorang berbicara dengan akuan?
gue kalo ketemu temen SMA bakal berlaku sebagaimana gue di SMA, tapi kalo gua lagi di lingkungan kampus-- di Semarang, yaa gue juga tau diri laah :) apalagi jurusan gue kan Sastra Indonesia yang akrab banget dengan bahasa baku dan EYD. so, openmind please :)

========================= pertama kalinya minta tanda tangan sama penulis

beberapa bulan lalu, sekitar akhir Juli gue sempet ngalamin satu hal yang sama sekali gak pernah gue rencananin sepanjang 18 tahun, atau setidaknya selama gue jadi mahasiswa. suatu pagi, beberapa jam sebelum gue bali ke Lampung, gue dengerin Prambors, pagi itu Raditya Dika jadi guest starnya. pagi itu Bang Dika cerita  tentang buku terbarunya "Marmut Merah Jambu" dan rencananya jam 2 siang bakal ada talk show di Gramedia Pandanaran. pagi itu sih gue lagi males-malesan, ehh ga ada angin gaada ujan kok tiba-tiba otak gue menstimulasi,
"Lo kudu ke Pandanaran sekarang juga! kapan lagi ketemu Raditya Dika!"

iih, males lah. mana gue belom mandi. packing juga belon kelar. tapi akhirnya gue berangkat juga. jam sembilan gue uda kelar packing dan uda mandi, rapi, wangi, siap berangkat. karena agak lama nunggu bis, gue nyampe Semarang bawah sekitar dzuhur, jadilah gue sholat dulu di masjid sebelah gramed. jam satu gue meluncur ke lokasi. pas naek ke lantai dua, belom ada tanda-tanda pengunjung talk show, semuanya masih keliatan biasa aja, walaupun banner uda di pasang lengkap ama meja kursi n koleksi Bang Dika lengkap. 

masih sejam lagi, pikir gue. akhirnya gue muter-muter dulu. sekitar empat puluh menitan lah. ehh, gak lama tuh lantai dua mulai riweh, ternyata pengunjung baru dateng sekitar jam segini, gue yang emang belum punya satu pun bukunya Bang Dika lagsung ke kasir sambil bawa satu buku. 
"Oiya, belum beli spidol. gak lucu lah kalo misalnya gue udah di depan Bang Dika malah bengong keg orang oon"
"Lo mo ngapain?" (bayangan gue)
"Minta tanda tangan Bang"
"Lha pake apa. pake jempol gue?"
==============

acara ngaret sekitar 10 menit. o'on nya gue adalah, pas uda lima menit sebelum jadwal acara malah masih di kasir. alhasil gue gak dapet kursi buat duduk. lagian si petugasnya sengaja bener ngasih kursi mepetmepet, cuma sedikit pula. hedeww, brdirilah gue (selama hampir dua jam, tapi untung kita yang pada berdiri di suggest untuk lesehan)

ternyata Bang Dika gak cuma kocak di bukunya. pas acara talk show dia emang keliatan "gila" secara natural. ahh, gue kelamaan sih mending tulisan ini, jadinya kemistrinya uda ilang. langsung ajalah ke akhir acaranya ya. acaranya berjalan sekitar 2 jam. jadi perkiraan acara bakal baru kelar sekitar jam 4, sedangkan jam 5 gue kudu udah di pool bis untuk pulang. parahnya, perjalanan Pandanaran-Tembalang sekitar 50 menit, itu pun kalo masih di atas jam 4!

udah gak jelas bentuk muka gue (Bang Dika juga) yang jelas gue pingin buru" balik. perhatiin dong, ampe bukunya aja kebalik :D
huh. syukurlah sekitar jam setengah 4 acara kelar. acara inti yang gue niatin akhirnya dateng juga. sesi tanda tangan. Oia. asiknya Bang Dika adalah, dia bilang bakal nungguin semuanya ampe dapet tanda tangan, jadi sebenernya gak perlu berebut dulu-duluan. (Bang Dika baik ya )

=======================

gue punya beberapa tips buat lo kalo misalnya belum pernah sama sekali dateng ke acara bedah buku dan kepingin atau tiba-tiba suatu saat ada di acara itu.

satu  stay on the spot maksimal 10 menit sebelum acara dimulai. lebih dari itu gue saranin mending lo mutermuter dulu. soalnya lo cuman bakal kelitaan kaya orang o'on melongo gaje.

dua kalo lo punya bukunya, jangan lupa bukunya lo bawa yee, yaah daripada dianggurin halaman utamanya. kan lumayan ada hiasan tanda tangan penulisnya langsung. mksalnya belum punya, ada dua option, pertama lo beli di toko buku itu, atau lo nunggu keberuntungan, biasanya di awal acara bakal ada sesi bagi-bagi buku n souvenir gratis. tapi beware, kalo Bang Dika biasanya ngasih buku dia kaya ngelempar sendal :D

tiga misalnya tiba-tiba lo inget bahwa lo gak bawa pena ato spidol, gakperlu panik. biasanya yang punya gawe uda siap spidol marker

empat jangan lupa untuk bawa camera atau minimal hpe. sayangkan, momen berharganya kalo gak di sav.

Ini beberapa tingkah nya Bang Dika selama acara

di awal-awal, Bang Dika sempeet riweh gara-gara masalh soundsystem n geraaah



tingkahnya Bang Dika pas meragain gaya-gaya anak alay di fesbuk, termasuk ngeledek masmas yang kerja di Gramed :D
kalo gak salah ini lagi ngeledek salah satu penyanya yang ngebet dapet buku n souvenir

Rabu, 01 September 2010

============================== Ketika merindukanmu, aku bicara tentang cinta: mencintai (mu) tidak lebih dari sekedar menunggu




Ketika merindukanmu, aku bicara tentang cinta: mencintai (mu) tidak lebih dari sekedar menunggu

Cinta yang fitri kata orang bijak adalah buah yang tak mengenal musim dan dapat dipetik oleh siapa pun. Begitulah seharusnya kamu mencintaiku dan sebaliknya.
Ketika seperti itu, risiko yang harus dihadapi adalah jika ternyata kamu mencintai orang lain atau sebaliknya orang yang kamu cintai telah sedang mencintai orang lain. Kalo emang tulus, yaa ikhlas bukanlah suatu pilihan melainkan keharusan.

Mencintai, ketika sekarang, ketika masih seorang lajang adalah tidak lebih dari suatu penungguan. Menunggu sampai seseorang yang memang ditakdirkan oleh-Nya datang. Menunggu apakah orang yang kita cintai sekarang adalah memang dia orangnya, atau seseorang yang kita cintai sekarang tidak lebih dari buku untuk mempelajari cara mencintai seseorang yang akan dikirimkan oleh-Nya.

Mencintai adalah pilihan. Analoginya adalah:
Seseorang yang begitu kamu kenal, katakanlah sahabatmu, mengabarimu, entah dari telpon, sms, imel, fesbuk, twitter, ym atau apapun, bahwa seseorang akan datang untuk menemuimu pada suatu saat nanti, meskipun belum ada penjelasan tentang kapan tepatnya seseorang itu datang, temanmu hanya bilang bahwa seseorang itu PASTI akan datang. Sebelum mendapatkan kabar dari temanmu itu, kamu adalah seseorang yang punya kesibukan, entah itu kuliah, bekerja atau sekedar melakukan kegiatan kecil lainnya. Lantas, setelah mendengar kabar itu apa yang kamu lakukan? Menghentikan semua aktivitas dan mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambutnya, atau sekedar menunggu dengan tetap melakukan rutinitas seperti biasa? Semuanya adalah pilihan. Menunggu atau pun tidak, seseorang itu pasti akan datang.

Begitu juga dengan mencintai seseorang. Allah sudah menuliskan tentang 4 hal yang pasti terjadi dalam kehidupan kita, salah satunya adalah jodoh. Ketika kita tahu bahwa seseorang akan datang, apakah lantas kita akan berdiam diri? Itu adalah pilihan.

Ketika suatu waktu, setelah kita baligh. Perasaan cinta kepada seorang lawan jenis merupakan hal yang wajar. Ketika kita bertemu dengan seseorang, seketika ada yang membuat jantung kita berdegup dan kita biasanya kita akan dibuat gelisah, sampai akhirnya memutuskan bahwa kita telah jatuh cinta pada seseorang tersebut. Sejak saat itu kita kerap menyisihkan waktu untuk membayangkannya, mencoba melukiskan wajahnya di kanvas hati kita, atau sekedar memejamkan mata untuk mengatasi kerinduan yang kian hari kian bermekaran. Ah, na’udzubilah. Cinta yang disebabkan karena kecintaan kita kepada Allah tidak akan mungkin sampai menjerumuskan kita pada titik kesalahan, dosa.

Semakin dewasa, seharusnya kita semakin sederhana dalam mencintai seseorang. Jangan sampai perasaan cinta itu melebihi apa yang kita persembahkan kepada Allah. Ketika kamu mencintai seseorang, ketika cinta it uterus kita rawat, percayalah cinta itu akan tumbuh subur di hati kita. Sekali lagi itu adalah pilihan yang tidak perlu kita permasalahkan. Namun, terkadang kita salah dalam menafsirkan perasaan cinta yang kita tumbuh kembangkan kepada seseorang. Ketika kita tahu bahwa orang yang kita cintai itu mencintai orang lain, setelah banyak pengorbanan kita akukan untuknya, kita akan kecewa, bahkan marah. Na’udzubillah.


Coba sekali lagi kita renungkan. Mencintai seseorang, ketika kita adalah seorang lajang, adalah sebuah pilihan. Ketika kita memilih untuk tidak mencintai siapa pun, seseorang akan tetap datang, sebab Allah telah menciptakan kita secara berpasang-pasangan.

Namun perasaan cinta adalah anugerah, yang jika kita mampu merawatnya dengan baik, itu akan menjadi sebuah berkah. dalam penungguan itu, kita pasti akan bertemu banyak orang. kita tidak pernah tahu kapan akan mencintai seeorang, atau bahkan tiba-tiba mencintai orang lain, lalu tiba-tiba melupakan. percayalah, cinta itu adalah karunia-Nya. yang karunia itu tidak akan pernah hadir jika Allah tidak menghendakinya,

Dan mencintaimu, adalah keberuntungan. Sebab darimu aku belajar bagaimana menjadi ikhlas ketika aku tahu bahwa kamu belum juga mengerti apa yang kurasakan, menjadi ikhlas karena telah mempersiapkan diri jika akhirnya aku tahu bahwa kamu sedang mencintai oang lain, menjadi ikhlas sebab aku tahu, seseorang pasti datang untukku. Aku sepenuhnya menyadari, untuk apa sakit hati ketika tahu bahwa kamu tak mencintaiku. sebab mencintai (mu) tidak lebih dari sekedar menunggu, bahkan mengisi waktu luang sambil online, makan coklat, baca buku atau apalah. yaah, walau terkadang, ketika sepi benarbenar berwajah rindu, aku akan bersedih, tak tahu kenapa aku harus bersedih.


Tembalang, 7 juli 2010
d.a wulandari
Top of Form
Bottom of Form

Minggu, 29 Agustus 2010

===========================Adfa belajar speaking

Sebagai seorang anggota keluarga yang kehadirannya gak disangka-sangka kecuali oleh kami keluarganya sendiri, Adfa terbilang anak yang perkembangannya lebih cepat dari biasa. Menurut ibuku, di antarakami bertiga, gaada yang bisa mberangkang di usia lima bulan kecuali Adfa. Well, monster kecil satu ini emang beda.

Waktu itu adikku yang punya nama lengkap Afarizkia al hanif ini lahir bulan februari tanggal 5 tahun 2010. Sempet terjadi insiden antara aku dan mas Agus perihal nama, tapi toh endingnya nama buatanku yang terpilih (konsekuensinya didemin ama mamas seharian, hhe).

Jadi ceritanya, kemarenan si Adfa terserang batuk nya orang gede (berdahak gitu, sampe kalo abis makan langsung muntah gara-gara gabisa buang dahak). Naah, uda ke beberapa klinik, sampe akhirnya hari jum’at kemaren dibawa ke dr. aditya (pokoknya adekku satu ini dapet plusplus dari semuanya dah).
Malemnya, si adfa bangun minta susu. Aku sih emang beebrapa malam suka insomnia. Aku tahu dia bangun. Biasanya sih abis dikasih susu sapi dia langsung tidur lagi. Eeh, malem itu ternyata enggak. Malah sibuk nggeremeng
: “abpabpabpabapaaa bpabpa… keg gitu terus hampir satu jam. Pas aku datengin ke kamar, ehh matanya terang benderang, gak keliatan tanda-tanda ngantuk. Tapi untunglah satu jam kemudian dia tidur.

Sampe akhirnya sepanjang hari esok setelah malam itu, adfa terus aja ngoceh keg gitu. Akhirnya kami semua sadar bahwa Adfa mulai belajar speaking, di usianya yang jalan 7 bulan. awalnya kupikir diabakal ngucapin "bapak" tapi ternyata enggak, kata pertama yang bakal dia ucapin nanti adalah namanya sendiri: Adfa. Oiya, tadi siang dia juga mulai belajar terjun bebas dari sepeda roda lhoo. Sama satu lagi, menunjukkan bakatnya, mungkin dia pingin jadi otomotifer, gawenya ngedeketin rante vixion mamas yang emang cumin dipake kalo saat-sat tertentu, trus adfa juga suka pegang-pegang roda sepeda rodanya.

Hadeew. Si monster kecil ini juga suka ngegigitin tangan dan kaki. Sama satu lagi. Mulai belajar manjat. Huh. Bukan manjat pohon, tapi manjatin siapapun yang lagi tidur di samping dia. rrrr

berikut ini bberapa daftar keuntungan Adfa lahir di tahun 2010, jarak paling jauh diantara kami bertiga yang cuman 3 tahun. dia sama kakak ketiganya, Aan (di gambar sebelahnyang lagi gedong adfa) jarak usianya 15 tahun.
1. di usia 4 bulan udah jalan-jalan via kijang
2. bisa punya sepeda roda
3. dapet kasih sayang yang berlebihan dari lima orang sekaligus
4. dapet mainan dari aku
5. dapet jaket dari tantenya
6. berobat ke klinik , malah dokter

kami bertiga gak mengalamoi itu di usia sebelia sevenmonth. hhe. tapi itu semua karena kami sayang kamuuuu

Sabtu, 28 Agustus 2010

=================== ketika bhs inggris dipertaruhkan, google translete dimanfaatkan :)

ini obrolan antara aku dan temanku, namanya Ammar, dia orang kurdish 
selain Ammar ada satu lagi namnya Hagi.
walaupun bhs inggris ku paspasan, tapi aku selalu berusaha untuk ngobrol, secara gak langsung kan, belajar bhs inggris juga. kan kalo mentok tinggal buka google translete. hhe. menyenangkan lah pokoknya punya temen dari luar, menambah wawasan
ini sekitar jam 12 malem keatas, kebetulan aku belum bisa tidur. dan perbedaan waktu Indonesia Kurdish cukup panjang, sekitar 5 jam, jadi waktu itu di Kurdishtan kira-kira jam setengah 8,
jadi, di fesbuk si Ammar sama Hagi ini sering komenan pakek bahasa kurdish, alhasil aku penasaran dan pingin tau gimana sih bahasa kurdish.


assalamualaikum ammar
wa3alaykom alsalam....
i wanna ask u
ok..what..??
how to say eat before shaum in kurdish language?
shaum..???
ok, how to say what we doing in ramadhan?
u mean "what are u doing in ramadan"..???
no no,wait a moment,
ok..
i'll bring google translete:)
there is no kurdish language in it.. i mean u cant find kurdish language in it...
yeaa, i knew.at first i wanna find that word in english then i ask u:)
ahaaa good idea.. ;)
:D
soo..do u found it...??
fasting
ahaa
do u get it?
"roji"it means "roji"
oke yi'll repeat my question, how to say, eat before roji, in kurdish?

"bxo beri b roji bbi" 
no ammar, 
?? 
oh ya allah,  
:)
what..???

it's difficult actually

ok i'm sory.
hhhhh.yeaa


i'll try again

no no..its ok
:):) ammar, 
? 
before u get roji in the morning, u'll get eating isn't it? 
yeaa.thats right..

yeaa, i mean is, how to say that, eat before roji?
it called"pashev"
"pashev"
:):)
alhamdulillah
hahahaha

finally
sorry..i didnt understand u at first.. :(:(
never mind :):)
i think u had known about it from talking between hagi and me :D:D
(maksudku tuh, waktu itu aku, ammar dan hagi pernah masuk ke statusnya Hagi, trus aku sama hagi ngalamin miscom gitu garagara bhs inggrisku yg brrantakan, eh ternyata si ammar gak nyimak komenan selanjutnya, agaknya sih ammar salah sangka, dipikirnya adasesuatu antara aku sama hagi, jiaahh)
no no..
i didnt have any known..about it..
hmm. jz forget it
today i saw him..
oya? 
at mosque today was gumma..friday..:):) 
ooo.
gumma is friday in kurdish?
its in arabic..
:):) 
ooo. 
salat algumoua 
hmm. in indonesia it's called shalat jum'at
what's meaning prayer at friday
ahaaa
yeaa
hei, whether you're a friend?
you n hagi
yeaaa...we are friends..
he study in medical..
oo
oya, whether all the Kurdish people just like you, put a last name? --kurdi--
no..no..
hagi kurdish too :D:D but he didnt put it..
hmm, it's just a style haa?
its just a desire.. :):)
oo
u dont say what do u study...???
study about?
i mean which college do u study in..????
oo, i study about indonesian literature
ahaa
i like poes
so much :):) 
ahaa
1:16amAmmar is offline.
gak lama dia online lagi

Jumat, 20 Agustus 2010

============ 1st BUBARAN in my life

Di puasa hari ke 9 kemaren, ga ada angin ga ada ujan tiba-tiba om ku ngajakin bubaran di rumah mbah putri. Kalo ditanya, ya jawabannya seneng BANGET lah, secara ini pertama kalinya selama aku masuk dalam daftar anggota keluarga besar Marto Pawiro (alm ) 18 tahun belakangan ^^.

Jadi, kabar itu nyampe sekitar jam dua-an siang. You know what? Bapak nya aku adalah orang yang paling semangat dengan yang namanya aktivitas menyiapkan buka puasa. Jadilah, siang menjelang sore itu langsung ngajak mama ke pasar.
Sekitar jam lima-an aku baru nyampe di rumah mbah (hha, padahal naek motor ga nyampe lima menit ). Aku milih sendiri kerjaan untuk bikin tajil, bapak bikin sambel terasi, mama, dan tante semuanya bikin makanan berat, sedangkan om entah pada kemana, hha* dasar om-om . Oiya, bapak jago banget kalo bikinsambel terasi, yah emang dasarnya suka masak sih. Jadi menu besar nya adalah ayam dan ikan bakar, ga lupa lalapannya daun singkong, terong apel dan timun.
Akhirnya bedug.

Ada tiga tahap di bubaran kita ini,
Pertama menyantap sup buah ala desta
Trus rujak tahu
Dan yang terakhir abis sholat maghrib barulah makan besar
Hosh. Hosh. Mantap dah, pedassssnya 

Oia, pas orang-orang lagi pada berbuka puasa, aku menemukan satu kejadian.
Si I’in, sepupuku yang umurnya 8 tahun, dia malah nyangkut di bangku depan, di bawah pohon sirsak. Hhi. Aku teriak pelan
Aku: “In, kamu ngapain di situ, kok ga ikut buka?” kataku sambil ngangkutin beberapa mangkuk sup buah

I’in: “Gak lah, gak puasa”
Aku: ??? (anak seusia dia udah bisa memposisikan dirinya keg gitu? Ckck)
Trus aku masuk ke ruang tengah, ditengah riwehnya orang-orang yang lagi pada buka, aku bilang ke om Basir (Ayahnya I’in)
Aku : “Om, tuh si I’in masih nongkrong diluar, katanya gak mau buka puasa gara-gara gak puasa”
Eh, malah pada ketawa.

Ternyata ada udang di balik rujak tahu. Yujuan dari bubaran itu adalah untuk membahas suatu hal. Nah, pas udah jam setengah sembilanan, diskusi selesai. Satu-satu pun berpamitan pulang. Yang pertama adalah keluarganya om Nunung, om ku satu ini punya dua anak, Bagus (13th) dan Indah (6th). Sebelum pulang, ada kebiasaan yang gak pernah ilang sampe sekarang di keluarga besar kami, yaitu cium tangan. Yah, bayangin aja dah sendiri, di acara ini dari 9 orang anaknya mbah, Cuma 2 yang absen, dan dari yang dating itu membawa paling sedikit dua orang anak, hha.
Akhirnya om Prapto nyeletuk ke anaknya yang berusia setahunan, katanya:
“Makanya kita pulang terakhiran aja, biar sepi”
HAHAHA*

Oiya, Mama adalah anak kedua di keluarga besar kami. Sedangkan anak pertama tinggal di Lampung Barat, jadi selama ini yang jadi anak tertua di lingkungan saudaraku adalah Mama. Itulah kenapa selama anaknya Pakde gak maen ke rumah, gak aka nada yang manggil orangtuaku Om-Tante, selalu Pakde-Bude, begitu pun kami, selalu dipanggil Mas-Mbak. Mungkin kalo ini sih wajar ya, tapi segalanya berubah jadi gak wajar pas adikku, si Adfa lahir. Walau pun dia adalah anggota termuda (7bulan) di keluarga besar kami, tapi selama Pakde dan keluarganya gak ada, Adfa akan selalu menyandang gelar “Mas” di belakang namanya.
Hhi* kasian ama sepupuku yang bahkan uda kelas 3 SMA kudu manggil adekku, Mas Adfa
Wakawaka :D